Lili Amelia Salurapa: IWSS dan KKSS Bukan Sekadar Paguyuban, tetapi Kekuatan Budaya dan Persaudaraan hingga Mancanegara

JAKARTA, M3DIAKITA.COM,—
Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dinilai memiliki kekuatan besar dalam menjaga persaudaraan, melestarikan budaya, serta membangun solidaritas masyarakat Sulawesi Selatan, baik di dalam maupun luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum IWSS sekaligus Wakil Ketua Umum KKSS, Lili Amelia Salurapa, di sela pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IWSS ke-IX baru-baru ini di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Lili menilai, kekuatan utama kedua organisasi tersebut terletak pada ikatan kekerabatan dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun bukan sesuatu yang diciptakan secara instan, melainkan berakar kuat dalam tradisi masyarakat Sulawesi Selatan.

“Saya berani mengatakan bahwa Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan dan IWSS merupakan paguyuban yang paling akrab dan terbesar di seluruh Indonesia. Terbukti setiap kali mengadakan kegiatan, antusiasme anggotanya luar biasa. Semua hadir dan memberikan dukungan,” ungkap Lili.

Ia menegaskan, soliditas organisasi tercermin dari kesediaan para anggotanya untuk berkontribusi secara sukarela, baik melalui tenaga, waktu, pemikiran maupun dukungan materi. Semangat gotong royong tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan.

Lebih jauh, Lili mengungkapkan bahwa jaringan IW5S kini semakin berkembang hingga tingkat internasional. Bahkan, kepengurusan diaspora Sulawesi Selatan telah terbentuk di sejumlah negara dan kawasan dunia.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Umum KKSS bidang Hubungan Luar Negeri dan Diaspora, Lili mengaku baru saja mewakili Ketua Umum KKSS dalam pelantikan pengurus KKSS Eropa di Den Haag, Belanda.

Ia menyebut, agenda pengembangan organisasi ke depan juga diarahkan ke Amerika Serikat dan Australia, seiring adanya rencana pelantikan serta penguatan kepengurusan di berbagai wilayah luar negeri.

“Ini adalah kekerabatan, ini kekayaan. Kekayaan bagi Sulawesi Selatan dan juga bagi Indonesia, karena di dalamnya ada ikatan budaya. Itulah yang membuat kita memiliki hati untuk bersatu,” tuturnya.

Menurut Lili, keberadaan jaringan diaspora tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama warga Sulawesi Selatan di luar negeri, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan dan menjaga identitas budaya Indonesia di tingkat global.

Di sisi lain, terkait agenda regenerasi kepemimpinan dalam Munas IWSS ke-IX, Lili berpandangan bahwa calon ketua umum ideal harus memiliki pengalaman organisasi, rekam jejak pengabdian, serta dedikasi yang kuat.

Ia menekankan, memimpin organisasi bukan sekadar menduduki jabatan, melainkan membutuhkan kesediaan untuk menyumbangkan tenaga, waktu, pikiran, dan kemampuan demi kepentingan bersama.

“Yang penting dedikasi, mau berkorban dalam arti menyumbangkan tenaga dan pikiran. Bahkan kalau memiliki kemampuan materi dan ingin membantu organisasi, kenapa tidak,” katanya.

Meski demikian, Lili tidak mengarahkan dukungan kepada satu figur tertentu. Ia menilai sejumlah kader memiliki kapasitas untuk memimpin IWSS ke depan. Keputusan sepenuhnya menjadi kewenangan para ketua wilayah melalui mekanisme musyawarah organisasi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai para mantan ketua umum dan pengurus terdahulu yang telah meletakkan fondasi organisasi. Menurutnya, keberhasilan IWSS saat ini merupakan hasil kesinambungan perjuangan dan pengabdian para pendahulu.

Munas IWSS ke-IX pun menjadi momentum penting bukan hanya untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi, tetapi juga memperkuat konsolidasi, menjaga warisan budaya, serta memperluas peran perempuan Sulawesi Selatan dalam jaringan nasional dan internasional.

Bagi Lili, persaudaraan yang berakar pada budaya merupakan kekuatan yang harus terus dirawat. Sebab, organisasi yang besar bukan hanya diukur dari jumlah anggotanya, melainkan dari kuatnya ikatan, ketulusan pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa. (f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!