GANTUNG, BELITUNG TIMUR – Deru ombak Pelabuhan Pasar Ikan Tradisional Gantung pagi itu berpadu riuh dengan dentang sendok yang mengaduk kopi hitam. Di sudut Warkop Pak Oleng, sebuah pemandangan tak biasa tersaji. Sejumlah perwira berseragam cokelat duduk melingkar, melebur tanpa sekat bersama puluhan nelayan Dusun Lenggang yang jemarinya masih beraroma garam laut.
Kamis pagi (5/11/2026), Polsek Gantung sengaja menanggalkan formalitas ruang kerja demi menggelar program POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran). Di atas meja kayu yang mulai kusam, bukan berkas perkara yang dibuka, melainkan lembaran aspirasi dan asa tentang kemandirian ekonomi.

Kapolsek Gantung, Iptu Muhammad Harits Arlianto, S.Tr.K., M.Si., tampak serius menyimak setiap keluhan yang terlontar. Baginya, menjaga keamanan wilayah tidak melulu soal patroli sirine, melainkan tentang bagaimana memastikan dapur warga tetap mengepul.
“Kami tidak ingin hanya datang saat ada masalah hukum. POLIRAN ini adalah ruang jujur. Kami hadir di warkop ini untuk mendengar langsung, apa yang sebenarnya menjepit pundak para nelayan kita, terutama mereka yang kini kesulitan mendapat penghasilan tetap,” ujar Iptu Harits di sela-sela riuhnya diskusi.
Suasana semakin hidup saat Kanit Reskrim Rafael Akbar Jaya Pratama dan jajaran personel Polsek Gantung mulai memetakan potensi keterampilan baru yang bisa diberikan kepada pemuda pesisir yang masih menganggur.
Program ini dirancang bukan sebagai bantuan sosial sesaat, melainkan inkubasi kemandirian ekonomi agar masyarakat pesisir mampu berdikari di tengah ketidakpastian cuaca laut.
Bapak Hendri, salah satu tokoh nelayan setempat, matanya berbinar saat mendapat kesempatan berbicara langsung tanpa birokrasi yang kaku. Sembari memegang cangkir kopinya, ia menumpahkan harapan yang selama ini terpendam.
“Bagi kami, warkop ini adalah rumah kedua. Dikunjungi bapak-bapak polisi yang mau duduk sejajar dan mendengarkan kendala harian kami di laut dan di pasar adalah hal yang luar biasa. Kami rindu kolaborasi seperti ini, di mana polisi tidak hanya menjaga kami dari kejahatan, tapi juga ikut memikirkan bagaimana perut kami dan anak-anak bisa kenyang,” ungkap Hendri emosional.
Pertemuan yang berlangsung hingga menjelang siang itu ditutup dengan komitmen bersama. Di bawah atap Warkop Pak Oleng, Polsek Gantung dan masyarakat nelayan sepakat: menjaga Kamtibmas kini berjalan beriringan dengan menjaga kedaulatan ekonomi warga.
Sebuah langkah kecil dari pesisir Belitung Timur, membuktikan bahwa penegakan hukum terbaik dimulai dari empati yang mendalam.












