Wako Edi Ajak Generasi Muda Jadi Mitra Pembangunan dan Penjaga Demokrasi

PONTIANAK MEDIAKOTA.COM– Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi tampil sebagai mitra pemerintah, penggerak perubahan, inovator, sekaligus pengawas sosial yang kritis dan konstruktif. Peran generasi muda semakin strategis karena mereka berada dekat dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial dan berbagai isu yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Karena itu, anak muda dapat mengambil posisi sebagai penggerak yang mengubah gagasan menjadi aksi, inovator yang menghadirkan solusi kreatif, serta mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi dan mengawal pembangunan.

“Generasi muda bukan sekadar penerus, tetapi mitra pembangunan hari ini. Kita membutuhkan anak-anak muda yang cerdas, berkarakter dan berani mengambil peran,” ujarnya dalam Sarasehan Pendidikan Politik Masyarakat di Hotel Ibis, Rabu (21/10/2026).

Menurut Edi, demokrasi yang sehat tumbuh dari partisipasi masyarakat, termasuk keterlibatan aktif generasi muda dalam menyampaikan gagasan, aspirasi maupun solusi. Demokrasi juga tidak boleh dipahami sebatas datang ke tempat pemungutan suara setiap lima tahun sekali. Demokrasi mencakup kebebasan untuk bersuara, berdiskusi, mengawasi kebijakan publik, hingga terlibat dalam isu seperti lapangan pekerjaan, pendidikan, lingkungan hidup dan keadilan sosial.

“Anak muda harus berani menyampaikan pendapat. Tetapi kritis juga harus disertai etika, data dan tanggung jawab,” katanya.

Edi juga mengingatkan bahwa ruang demokrasi generasi muda kini semakin banyak berlangsung di media sosial. Kondisi tersebut membuka peluang besar untuk menyebarkan gagasan, tetapi sekaligus membawa tantangan berupa hoaks, disinformasi, provokasi dan ujaran kebencian. Karena itu, ia mendorong generasi muda menjadi bagian dari penguatan literasi digital dengan membiasakan diri memeriksa sumber dan konteks informasi sebelum membagikannya.

“Cerdas bermedia harus berjalan bersama dengan sehat berdemokrasi. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, jangan mudah terprovokasi, dan tetap menghormati perbedaan pilihan maupun pendapat,” ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan tantangan yang dihadapi anak muda dalam politik saat ini, mulai dari apatisme, minimnya literasi politik hingga polarisasi di ruang digital.

Ia juga membuka ruang partisipasi anak muda melalui forum pemuda, musyawarah, konsultasi publik, organisasi kepemudaan, kegiatan sosial hingga aksi lingkungan. Menurutnya, pembangunan akan semakin kuat jika generasi muda tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi ikut terlibat dalam menghasilkan karya dan solusi. Peran tersebut dapat dilakukan melalui kewirausahaan, aktivitas komunitas, inovasi teknologi maupun pengawasan terhadap layanan dan kebijakan publik.

Ia berharap pendidikan politik dapat melahirkan generasi muda Pontianak yang kritis tanpa memecah belah, berani bersuara tetapi tetap beretika, serta mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Ketika generasi muda berpartisipasi dengan cerdas, berintegritas dan saling menghargai, pembangunan menjadi milik bersama. Pontianak maju, demokrasinya juga semakin bermakna,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!