KELAPA KAMPIT, BELITUNG TIMUR – Aksi tanggap darurat yang diperlihatkan oleh aparat TNI dari Koramil 414-05/Kelapa Kampit, satuan pengamanan swasta ( KLK PT SWP), dan warga lokal berhasil mencegah bencana kebakaran yang lebih besar di Kabupaten Belitung Timur.
Lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat di RT 19 RW IV, Dusun Penirukan 1, Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, sempat diamuk si jago merah pada Selasa (15/9/2026) siang.
Peristiwa ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 11.01 WIB. Berkat keaktifan ruang digital komunikasi warga, informasi kebakaran ini menyebar cepat setelah seorang warga setempat bernama Ibu Indah mengirimkan laporan darurat ke dalam grup WhatsApp Perangkat Desa Mayang.
Mendapat informasi krusial tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Mayang, Sertu R. Hutagalung, langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lapangan. Tantangan terbesar di lokasi kejadian adalah asal-usul api yang misterius dan embusan angin yang membuat api merambat dengan cepat di atas lahan kering.
“Menurut informasi di lapangan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Sumber api tiba-tiba muncul dan langsung merambat ke vegetasi sekitar,” ujar Sertu R. Hutagalung dalam laporan visualnya di lokasi.
Menyadari ancaman api yang dapat meluas ke kawasan hutan sekitarnya, langkah taktis segera diambil. Tepat pukul 11.15 WIB, Babinsa bersama Tim Keamanan Lingkungan Kerja (KLK) PT SWP, Satpam, dan warga masyarakat langsung berjibaku di titik koordinat lintang -2.701313 dan bujur 108.091870.
Perjuangan menjinakkan kobaran api didukung penuh oleh armada pemadam kebakaran dari KLK PT SWP. Tidak tanggung-tanggung 2 unit mobil pemadam kebakaran, 1 unit kendaraan roda 6 jenis Fuso penyuplai air, serta 1 unit traktor penyuplai air dikerahkan ke titik api untuk memutus jalur perambatan.
Kombinasi antara pasokan air yang memadai dan ketanggapan para relawan di lapangan membuahkan hasil positif. Setelah hampir dua jam bertarung melawan asap pekat dan hawa panas, amukan api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 13.20 WIB.
Meski situasi berhasil dikendalikan dalam keadaan aman, dampak materiil tidak dapat dihindari. Berdasarkan pendataan pasca-insiden, sekitar ± 1 hektar lahan kebun kelapa sawit milik masyarakat hangus menjadi arang.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Dusun Penirukan terpantau kondusif. Kendati demikian, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan saling menjaga lingkungan, terlebih saat memasuki musim kering yang rawan memicu titik api.
Kesigapan kolaborasi antara TNI, pihak swasta, dan masyarakat dalam insiden ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas adalah kunci utama penanggulangan bencana di daerah.












