Manggar, Belitung Timur – Sikap tegas dan komitmen taktis diperlihatkan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) kala menghadapi ancaman lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Belitung Timur yang kini menembus angka 220 kasus. Situasi darurat ini memicu atensi langsung dari komando pusat melalui pergerakan maraton Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI di Bumi Laskar Pelangi.
Sebelum bertolak menuju ruang kerja Bupati Belitung Timur untuk menggelar audiensi taktis, tim terlebih dahulu turun ke garis depan memberikan penyuluhan intensif kepada aparatur desa, tokoh masyarakat, dan relawan di Aula Kantor Camat Damar. Rabu (2/9/2026).
Rombongan perwira menengah dari markas besar dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Kolonel Laut Sumantri Kuswandono. Ia membawa tim taktis yang terdiri atas KolMar Sudrajat S. Putra, KolMar M. Abdillah, KolKal M. Ikhsan, serta KolKal Moch. Ribut HR. Pergerakan taktis di tingkat wilayah diselaraskan secara penuh oleh Komando Distrik Militer setempat, di mana tim Mabes TNI didampingi langsung oleh Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Syafi’i Tanjung dan Kasdim 0414/Belitung Mayor Cke Ihsan beserta Danramil wilayah setempat.
Edukasi preventif di Aula Kantor Camat Damar menjadi fondasi utama sebelum taktik tempur di lapangan disahkan bersama Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten di ruang kerja Bupati Beltim di Manggar. Dalam audiensi bersama Bupati, TNI menegaskan bahwa keterbatasan armada truk tangki air pemadam kebakaran di daerah tidak boleh menjadi alasan untuk mundur. Disepakati pergeseran taktik dari sekadar pemadaman reaktif menjadi operasi pengepungan titik api secara total, diprioritaskan pada wilayah terisolasi yang mustahil ditembus oleh kendaraan pemadam roda empat milik pemerintah daerah.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat jajaran TNI dalam merespons situasi ini. Melalui pertemuan tersebut, disepakati komitmen bersama untuk memperketat pengawasan di zona merah karhutla, serta rencana mobilisasi alat berat secara terpadu guna membuat sekat kanal darurat di area rawan demi mengantisipasi lompatan api yang bisa memperluas area kebakaran.
Sejalan dengan arahan komando atas, Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Syafi’i Tanjung menyatakan kesiapan penuh komando kewilayahan untuk mengawal instruksi tersebut di lapangan. Jajaran Kodim 0414/Belitung melalui para Babinsa dipastikan akan memperketat pengawasan di area rawan serta mengoptimalkan patroli wilayah secara berkala. Dandim juga menegaskan komitmennya untuk mempererat kolaborasi lintas sektoral bersama Polres Belitung Timur, Pemerintah Daerah, BPBD, dan seluruh perangkat desa guna memastikan sistem deteksi dini dan mitigasi berjalan secara terpadu serta responsif.
Lebih lanjut, pertahanan wilayah dalam menanggulangi karhutla di Belitung Timur dipastikan semakin solid melalui jalinan sinergi taktis bersama prajurit Yonif TP 845/Ksatria Satam. Sebagai satuan teritorial pembangunan yang memiliki basis kuat di wilayah komando kewilayahan tersebut, personel Yonif TP 845/KS disiagakan penuh untuk mempertebal kekuatan personel di lapangan. Sinergitas ini mencakup pengerahan pasukan pemukul reaksi cepat jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan titik api, pengawasan terpadu pada area hutan yang berbatasan dengan lahan produktif, hingga pendampingan edukasi pertanian tanpa bakar bersama masyarakat.
Langkah konkret dari sisi militer yang dirumuskan dari rangkaian kegiatan di Damar hingga ruang kerja Bupati Beltim di Manggar tersebut mencakup dua pilar operasi utama:
– Patroli Senyap Dini Hari: Personel gabungan TNI dikerahkan menyisir zona-zona rawan pada jam kritis pukul 01.00 hingga 04.30 WIB, guna mematahkan pergerakan oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja melakukan pembakaran lahan secara sembunyi-sembunyi saat petugas lengah.
-:Aktivasi Babinsa sebagai Sensor Garis Depan: Di bawah komando jajaran Kodim 0414/Belitung, setiap Bintara Pembina Desa (Babinsa) kini memegang mandat sebagai pos komando berjalan yang wajib memetakan sumber air terdekat, seperti kolong eks-tambang rakyat, untuk menjamin suplai air pemadam portabel.
Tim Mabes TNI bersama Dandim 0414/Belitung juga melayangkan peringatan keras bersinergi dengan unsur Forkopimda. Penegakan hukum di lapangan akan dikawal ketat tanpa kompromi, baik terhadap pelaku individu maupun korporasi yang terbukti memicu titik api. Sinergi operasi komprehensif ini diharapkan menjadi jawaban instan untuk meredam bara api dan menekan risiko kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat Belitung Timur.
Setelah memeras otak menyusun strategi di ruang kerja Bupati Beltim, seluruh rangkaian kunjungan hari itu ditutup dengan agenda ramah tamah yang berlangsung di Rumah Makan Fega, destinasi kuliner ikonik di tepi danau Manggar. Di naungan teduh dan embusan angin danau yang sejuk, ketegangan koordinasi taktis berganti menjadi suasana kekeluargaan yang hangat. Hidangan khas Gangan Belitung yang kaya rempah menjadi pelengkap obrolan santai.
Acara ramah tamah di RM Fega ini menjadi momentum krusial untuk meleburkan ego sektoral, di mana komitmen formal birokrasi diikat menjadi sebuah janji persaudaraan yang kuat. Dengan tawa pelonggar penat dan jabat tangan yang erat, seluruh unsur pertahanan dan pemerintah daerah sepakat bahwa langit Belitung Timur akan dijaga bersama dalam satu garis komando yang tak tergoyahkan.












