Semangat Anak Papua Tak Gentar Hadapi Efisiensi, Jamnas Jadi Ruang Menimba Ilmu dan Pengalaman

Semangat Anak Papua Tak Gentar Hadapi Efisiensi, Jamnas Jadi Ruang Menimba Ilmu dan Pengalaman

Jakarta, MEDIAKOTA.COM,-
Semangat peserta Jambore Nasional (Jamnas) dari berbagai daerah di Indonesia dinilai mampu mengalahkan berbagai keterbatasan dan efisiensi anggaran. Antusiasme para peserta untuk hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menjadi bukti kuat bahwa gerakan Pramuka tetap memiliki daya dorong yang besar di tengah berbagai tantangan.

Kwartir Daerah (Kwarda) Papua, Chrisntian Sohilait ST, M,Si, menyebut kehadiran peserta Jamnas merupakan momentum penting, khususnya bagi anak-anak Papua. Menurutnya, para peserta tidak sekadar datang untuk mengikuti kegiatan, tetapi juga membawa pulang bekal berharga untuk dikembangkan di daerah masing-masing.

“Semangat mereka membuat efisiensi itu tidak ada apa-apanya,” ujarnya ketika diwawancra baru-baru ini (14/8) usai acara Jamnas di Cibubur, Jakarta Timur.

Ia menilai sedikitnya ada tiga hal besar yang akan diperoleh peserta selama mengikuti Jamnas. Pertama, kesempatan membangun pertemanan dengan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Kedua, pengalaman baru melalui beragam aktivitas dan interaksi selama kegiatan. Ketiga, pengetahuan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke daerah asal.

“Kalau masing-masing daerah datang hanya bawa dua ilmu, hari ini mereka dapat ilmu yang luar biasa, selain mereka dapat pengalaman,” katanya.

Ia berharap hingga berakhirnya rangkaian Jamnas pada 20 Agustus mendatang, para peserta dapat menciptakan berbagai pengalaman berharga yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan mereka.

Pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti di arena Jamnas, tetapi dibawa pulang untuk dikembangkan di daerah masing-masing.

Festival Danau Sentani Dibagi Dua Tahap

Selain berbicara mengenai Jamnas, ia turut menyampaikan persiapan Festival Danau Sentani ke-15 di Papua. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Festival Danau Sentani tahun ini dikemas dalam dua tahapan.

Pra-Festival Danau Sentani akan berlangsung pada 25-29 Agustus 2026. Sementara puncak festival dijadwalkan digelar pada 3-5 September 2026.

Festival tersebut mengusung tema “Budaya Adalah Hidup Kami”, yang merefleksikan kuatnya hubungan masyarakat Papua dengan tradisi dan kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurutnya, pembagian festival menjadi dua momentum merupakan bagian dari strategi untuk menghubungkan Festival Danau Sentani dengan berbagai festival budaya yang berlangsung di sejumlah wilayah Papua.

Ia menyebut Festival Lembah Baliem dan berbagai festival lainnya menjadi bagian dari rangkaian agenda budaya yang diharapkan mampu menarik wisatawan untuk menjelajahi Papua lebih luas.

“Setelah teman-teman turis dan wisatawan lokal dan luar negeri hadir di beberapa festival itu, lalu mereka mau pulang ke luar negeri, mampirlah di Jayapura. Lalu ikutlah Festival Danau Sentani,” ujarnya.

Festival Danau Sentani ke-15 tetap dipusatkan di kawasan Kalkote, Kampung Harapan. Pemerintah Provinsi Papua pun mengajak masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang dan menyaksikan langsung perhelatan budaya tersebut.

Penyelenggaraan festival menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jayapura, sementara Pemerintah Provinsi Papua memberikan dukungan terhadap pelaksanaannya.

Ia menyebut gelaran tahun ini juga memiliki nuansa berbeda karena berlangsung di tengah kepemimpinan baru di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Bupatinya baru, gubernurnya baru. Karena itu nuansanya juga baru,” katanya.

Dengan rangkaian festival yang semakin terintegrasi, Festival Danau Sentani diharapkan bukan hanya menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh kekayaan Papua. (f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!