Gantung Mencekam! Kemarahan Penambang Rakyat Picu Pembakaran Aset Kantor hingga Gudang Vital PT Timah

Gantung, Belitung Timur – Suasana di halaman Kantor Kawilasi PT Timah Tbk Wilayah Belitung di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, mendadak mencekam pada Jumat (7/8/2026) pagi. Tepat pukul 10:19 WIB, ratusan penambang rakyat tampak mengepung area luar gedung guna menagih janji dan komitmen nyata dari perusahaan plat merah tersebut.

Kehadiran massa dalam jumlah besar ini yang jadi sasaran utama kemarahan dan tuntutan masyarakat penambang murni tertuju pada Kantor Kawilasi PT Timah TbK wilayah Belitung di Desa Lenggang Kecamatan Gantung sebagai pusat operasional pertambangan di Belitung Timur.

Ketegangan hari ini dipicu oleh ketidakpuasan penambang rakyat terhadap realisasi janji komitmen PT Timah Tbk. Di lokasi aksi, masyarakat pendemo bersikeras meminta agar seluruh fasilitas meja goyang dibuka kembali secara bebas tanpa ada pembatasan. Selain itu, massa juga menolak batas harga lama dan secara tegas menuntut harga beli timah dinaikkan menjadi Rp200.000 per kilogram demi menutup tingginya biaya operasional di tingkat bawah.

Guna mencegah eskalasi anarkis di area Kantor Kawilasi PT Timah TbK Gantung tersebut, sejumlah personel pengamanan gabungan dikerahkan ke lokasi untuk berjaga di barisan depan teras gedung. Hadir langsung di tengah situasi kritis untuk menenangkan massa adalah Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Beltim. Kehadiran unsur kepolisian ini juga diperkuat oleh personel TNI di tingkat tapak, termasuk Babinsa dari Koramil 414-03/Gantung, yang bahu-membahu meredam ketegangan dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Namun, ketegangan justru kian berlarut lantaran dari pihak manajemen PT Timah Tbk Wilayah Belitung tidak ada satupun yang muncul atau hadir menemui warga di lapangan. Absennya perwakilan pimpinan perusahaan plat merah ini dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat pendemo yang telah menunggu sejak pagi untuk mendapatkan penjelasan langsung.

Dikarenakan pihak PT Timah Tbk Wilayah Belitung tidak ada satupun yang mau hadir, situasi yang awalnya tertib akhirnya berubah menjadi ricuh. Kecewa dengan sikap perusahaan, masyarakat pendemo melakukan aksi anarkis dengan merangsek masuk membobol pertahanan di depan gedung. Massa mulai melempari kaca dan dinding bangunan menggunakan botol serta batu.

Tidak berhenti di situ, emosi warga yang memuncak membuat mereka merangsek masuk ke area dalam kantor, mengeluarkan semua perlengkapan kerja dan aset-aset berharga yang ada di dalam ruangan, lalu mengumpulkannya di halaman depan gedung. Seluruh barang dan aset kantor Kawilasi PT Timah Tbk Wilayah Belitung tersebut kemudian dibakar oleh massa, menciptakan kobaran api dan kepulan asap hitam besar di tengah halaman.

Tidak puas sampai di situ, kemarahan massa yang tak terbendung kemudian bergeser ke fasilitas vital lainnya. Masyarakat pendemo langsung mendatangi area gudang penyimpanan milik PT Timah Tbk yang berada di kawasan tersebut. Di lokasi kedua ini, massa kembali melakukan pengrusakan massal secara anarkis dan melakukan pembakaran terhadap fasilitas gudang. Api dengan cepat berkobar menghanguskan aset di area pergudangan, memperparah kerusakan materiil yang dialami pihak perusahaan.
Kendati situasi memanas dan diwarnai aksi pembakaran ganda pada kantor serta gudang, masyarakat pendemo menegaskan bahwa mereka tetap bertahan di lokasi perkantoran Gantung. Mereka menyatakan tidak akan membubarkan diri sampai berhasil bertemu dan berdialog langsung dengan perwakilan resmi dari jajaran direksi atau manajemen PT Timah Tbk Wilayah Belitung yang memiliki wewenang penuh dalam mengambil keputusan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan TNI-Polri dipimpin langsung oleh Kapolres Beltim masih terus bersiaga ketat di zona aman sekitar lokasi kejadian untuk melokalisir keadaan, mencegah kerusakan meluas ke permukiman warga Desa Lenggang, sekaligus mengupayakan komunikasi darurat dengan pihak manajemen PT Timah demi meredam gejolak massa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!