Jakarta, MEDIAKOTA.COM,-
Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) mendorong pemerintah segera menerapkan pembatasan masa penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maksimal hingga Juli. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat dan memberikan ruang bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam menjaring calon mahasiswa.
Pembina Yayasan Pendidikan Guna Bangsa Yogyakarta, Dr. Gunarmi Solikhin, menilai pola penerimaan mahasiswa baru PTN yang berlangsung dalam banyak gelombang hingga mendekati tahun ajaran baru membuat posisi PTS, khususnya kampus swasta berskala kecil, semakin terdesak.
“Persaingan sekarang sangat berat. PTN menerima mahasiswa bergelombang-gelombang. Akhirnya yang terjadi, perguruan tinggi swasta hanya mendapatkan sisa dari negeri,” ujar Gunarmi di sela Musyawarah Nasional (Munas) ABP PTSI di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, wacana pembatasan penerimaan mahasiswa baru PTN hanya sampai Juli menjadi harapan baru bagi PTS agar memiliki kesempatan yang lebih proporsional dalam merekrut mahasiswa.
“Ini menjadi angin segar bagi swasta. Kalau PTN masih menerima mahasiswa sampai Agustus, lalu PTS mendapat mahasiswa dari mana?” tegasnya.
Meski mendukung hadirnya regulasi yang lebih berkeadilan, Gunarmi menegaskan perguruan tinggi swasta juga harus berbenah dan tidak bergantung sepenuhnya pada kebijakan pemerintah. Daya saing, menurutnya, hanya dapat dibangun melalui inovasi yang berkelanjutan.
Sebagai contoh, Stikes Guna Bangsa Yogyakarta terus melakukan transformasi melalui penyempurnaan kurikulum yang sesuai kebutuhan industri, memperkuat konsep link and match dengan dunia kerja, serta membangun sinergi yang kuat antara yayasan dan manajemen kampus.
“Kalau kami tidak punya inovasi, pasti kalah dengan yang lain. Apalagi kami ini perguruan tinggi kecil, hanya sekolah tinggi. Kami harus bekerja keras luar biasa,” katanya.
Gunarmi juga berharap Munas ABP PTSI menghasilkan kepengurusan yang mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan seluruh yayasan penyelenggara PTS di Indonesia. Organisasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat solidaritas antaryayasan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan yang dihadapi kampus swasta.
“Kami berharap lahir kepengurusan yang bisa mengayomi seluruh yayasan se-Indonesia, memberikan solusi ketika ada persoalan, sekaligus membawa langkah-langkah strategis agar PTS tetap mampu berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat,” pungkasnya.(f/red)












