Jakarta, MEDIAKOTA.COM,-
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terus mempersiapkan peran strategis generasi muda dalam menyongsong keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan KNPI IKN sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan dan ruang partisipasi pemuda dalam mengawal pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Ketua DPD KNPI Kalimantan Timur (Kaltim), Dr, dr, Virdy Kurniawan, Sp.OG.MMR yang juga Koordinator Wilayah Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara usai acara pelantikan ketika diwawancara (25/6) menegaskan bahwa keberadaan KNPI IKN diperlukan untuk memastikan pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan gagasan dan pengawasan sosial yang konstruktif.
“Dengan adanya KNPI IKN, pemuda dapat menjadi penyeimbang pemerintah melalui mekanisme check and balance yang sehat. Kritik yang disampaikan harus bersifat membangun, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki dinamika kepemudaan yang sangat tinggi. Berbagai organisasi kepemudaan aktif menyuarakan aspirasi masyarakat dan menunjukkan eksistensinya melalui beragam kegiatan sosial maupun advokasi publik.
“KNPI adalah rumah besar organisasi kepemudaan. Semua ingin menunjukkan kontribusinya dan itu hal yang positif. Tugas KNPI adalah mengakomodasi seluruh aspirasi tersebut agar tersalurkan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.
Selain menjadi wadah konsolidasi pemuda, KNPI di Kalimantan Timur juga aktif mendorong seluruh DPD kabupaten dan kota untuk menghadirkan program jangka pendek, menengah, hingga panjang. Beragam kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari olahraga, festival budaya, hingga pengembangan kapasitas generasi muda.
Salah satu fokus yang terus diperkuat adalah peningkatan kemampuan public speaking bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Di era sekarang, kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan secara baik menjadi sangat penting. Pemuda harus mampu menyampaikan kritik maupun aspirasi dengan santun, argumentatif, dan mampu meyakinkan, bukan lagi dengan cara-cara anarkis,” tegasnya.
Terkait pembentukan KNPI IKN, proses awal akan diawali dengan pembentukan caretaker yang bertugas menyusun struktur organisasi sekaligus menjaring pemuda-pemuda potensial dari berbagai latar belakang organisasi kepemudaan.
Caretaker nantinya akan menyeleksi figur-figur muda yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen terhadap pembangunan daerah. Tujuannya agar KNPI IKN lahir sebagai organisasi yang kuat, solid, dan mampu berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
“Pemuda yang bergabung bukan hanya mereka yang pandai mengkritik, tetapi juga yang mampu memberikan solusi dan ikut bekerja untuk kemajuan daerahnya,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan IKN merupakan proyek nasional yang sangat strategis dan akan menentukan wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, keterlibatan pemuda menjadi faktor penting agar pembangunan tidak hanya berhenti sebagai proyek monumental, tetapi menjadi warisan pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
“IKN adalah proyek prestisius bangsa. Sudah banyak sumber daya negara yang dialokasikan ke sana. Karena itu, pemuda harus ikut mengawal agar pembangunan berjalan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi kepemudaan. Meski terdapat beberapa kepengurusan KNPI di tingkat provinsi Kalimantan Timur, seluruh pihak telah berkomitmen untuk tetap menjaga persatuan di tingkat kabupaten dan kota.
“Di Kalimantan Timur mungkin ada perbedaan di tingkat provinsi, tetapi kami sepakat hanya ada satu KNPI di setiap kabupaten dan kota. Perbedaan tidak boleh melahirkan perpecahan. Justru harus menjadi kekuatan untuk menjaga soliditas pemuda Kalimantan Timur,” tegasnya.
Ke depan, KNPI akan terus melakukan konsolidasi di wilayah Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara untuk menemukan serta membina pemuda-pemuda potensial yang diharapkan menjadi pemimpin daerah di masa mendatang.
“Pemimpin 10 hingga 20 tahun ke depan adalah pemuda hari ini. Karena itu, KNPI harus menjadi rumah bersama yang mampu menghimpun kader-kader terbaik dari seluruh organisasi kepemudaan untuk membangun daerah dan Indonesia,” pungkasnya.(f/red)












