JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Organisasi kemasyarakatan Laskar Merah Putih (LMP) menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional, khususnya agenda ketahanan pangan dan swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Harian Laskar Merah Putih, Ukur Purba, S.T., usai pelaksanaan kegiatan rekonsiliasi organisasi yang menandai berakhirnya konflik internal yang telah berlangsung selama hampir tujuh tahun.
Menurut Ukur Purba, Laskar Merah Putih akan mengerahkan seluruh potensi organisasi untuk berkontribusi secara nyata bagi bangsa dan negara. Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan nasional yang memiliki jaringan hingga daerah, LMP siap mengawal dan mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan yang saat ini telah menunjukkan hasil positif.
“Kami akan memaksimalkan seluruh kemampuan dan keberdayaan organisasi untuk menjadi mitra strategis dan konstruktif bagi pemerintah. Program swasembada pangan yang saat ini sudah berjalan harus terus dijaga dan dipertahankan. Laskar Merah Putih siap terlibat aktif mengawal keberlanjutan ketahanan pangan nasional,” ujar Ukur Purba.
Ia menegaskan bahwa Laskar Merah Putih ingin hadir sebagai organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara, bukan menjadi beban bagi bangsa. Semangat pengabdian tersebut, kata dia,
terus ditanamkan kepada seluruh kader di berbagai daerah.
Momentum penting lainnya dalam kegiatan tersebut adalah tercapainya rekonsiliasi organisasi yang selama ini dinantikan oleh seluruh anggota. Setelah mengalami perpecahan selama enam hingga tujuh tahun akibat perbedaan pandangan di internal organisasi, kini dua kubu besar yang dipimpin Adek Manuhutu dan Arsyad Cannu sepakat untuk kembali bersatu dalam satu barisan.
Ukur Purba menyebut penyatuan kembali organisasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi nasional dan mengembalikan fokus organisasi pada pengabdian kepada masyarakat.
“Yang terpenting hari ini adalah rekonsiliasi. Perbedaan yang selama bertahun-tahun terjadi telah kami akhiri dengan semangat persatuan. Seluruh pengurus, baik di tingkat markas besar maupun markas daerah, akan menjalankan proses konsolidasi dan rekonsiliasi secara menyeluruh agar seluruh kekuatan organisasi kembali bersatu,” katanya.
Dengan berakhirnya konflik internal tersebut, Laskar Merah Putih optimistis dapat memperkuat peran organisasi sebagai elemen masyarakat yang aktif mendukung pembangunan nasional, menjaga persatuan, serta mengawal berbagai program strategis pemerintah demi terwujudnya Indonesia yang mandiri, kuat, dan sejahtera.
Rekonsiliasi ini sekaligus menjadi babak baru bagi Laskar Merah Putih untuk membangun organisasi yang solid, produktif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa serta negara di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia.(f/red)










