JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui inovasi riset dan pengembangan teknologi pengelolaan sampah serta limbah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi perdana UNS dalam rangkaian kegiatan Puncak Hari Lingkungan Hidup 2026.
Dalam kesempatan tersebut, UNS menampilkan berbagai hasil penelitian dosen dan mahasiswa program magister (S2) maupun doktor (S3) yang berfokus pada solusi atas persoalan lingkungan hidup. Salah satu fokus utama yang diperkenalkan adalah pengembangan roadmap waste to energy sebagai upaya mengubah permasalahan sampah menjadi sumber energi yang bernilai guna.
Dekan Pascasarjana UNS, Prof, Dr, Rer. Nat. Sajidan, M.Si menyampaikan
bahwa persoalan sampah saat ini telah menjadi tantangan serius bangsa yang membutuhkan penyelesaian secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Sampah menjadi permasalahan serius bangsa kita yang harus diselesaikan secara holistik melalui pendekatan pentahelix, yakni melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, media, dan komunitas. Sinergi semua pihak menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah dan limbah di Indonesia,” ujarnya.
Selain menampilkan gagasan dan hasil riset terkait pengelolaan lingkungan, UNS juga memperkenalkan sejumlah produk inovasi hasil penelitian yang seluruhnya dikembangkan oleh sivitas akademika kampus. Produk-produk tersebut merupakan karya asli dosen serta mahasiswa S2 dan S3 yang lahir dari kebutuhan untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan secara nyata.
Partisipasi UNS juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat mempercepat terwujudnya target-target pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.
Pada momentum Hari Lingkungan Hidup, UNS turut menyampaikan harapan kepada pemerintah agar arah pembangunan nasional semakin berpijak pada prinsip keberlanjutan. Pandangan tersebut sejalan dengan gagasan tokoh lingkungan hidup Indonesia, Prof. Emil Salim, yang menekankan pentingnya menjadikan tanah dan air sebagai subjek utama dalam pembangunan.
“Ekonomi harus terus maju, tetapi lingkungan juga harus tetap terjaga. Pembangunan tidak boleh mengorbankan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan generasi saat ini maupun generasi mendatang,” tegasnya.
Melalui penguatan riset, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor, UNS optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan lingkungan sekaligus mewujudkan pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (f/red)










