JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Keluarga Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) yang digelar di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (23/5), berlangsung tertib, dinamis, dan penuh semangat kebersamaan. Hampir 400 peserta hadir dalam forum strategis yang menjadi momentum penentuan arah baru organisasi alumni Taruna Nusantara periode 2026–2029.
Chief Financial and Risk Officer Telkom Akses, Hery Sofiaji, menilai penyelenggaraan Munas tahun ini berjalan sangat baik, mulai dari persiapan teknis hingga jalannya sidang pleno.
“Acara ini direncanakan dengan sangat baik dan dilakukan di lokasi yang representatif. Tempatnya cukup menampung peserta, area parkir juga luas, serta seluruh rangkaian acara berlangsung tertib,” ujar Hery kepada awak media.
Menurutnya, suasana sidang berlangsung kondusif dan menunjukkan kedewasaan organisasi. Para peserta dinilai mampu menyampaikan pandangan secara tertata, sementara pimpinan sidang berhasil menjaga jalannya forum tetap efektif dan produktif.
Munas Ikastara tahun ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono, yang hadir sebagai tamu kehormatan.
Agenda utama Munas adalah memilih Ketua Ikastara periode 2026–2029, setelah laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya diterima peserta sidang.
Dalam pandangannya, Hery menegaskan bahwa sosok pemimpin Ikastara ke depan harus mampu menjadi perekat seluruh elemen alumni yang kini jumlahnya mencapai sekitar 10 ribu orang dan tersebar di berbagai sektor strategis.
“Sosok yang dibutuhkan adalah pemimpin yang egaliter, gaul, dikenal, mudah diakses para anggota, dan mampu merangkul semua alumni,” katanya.
Ia menilai kekuatan utama Ikastara terletak pada keberagaman jejaring alumninya. Para alumni SMA Taruna Nusantara kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, militer, dunia usaha, kesehatan, hingga komunitas sosial dan olahraga.
“Jaringan alumninya sangat luas. Ada yang menjadi menteri, jenderal, pimpinan perusahaan, profesional di luar negeri, dokter, hingga komunitas hobi seperti lari dan sepak bola. Ketua terpilih nanti diharapkan mampu menghubungkan semua potensi tersebut,” jelasnya.
Dalam kontestasi kali ini, terdapat dua kandidat yang maju sebagai calon Ketua Ikastara, yakni Rani dari kalangan medis dan Aditya yang dikenal sebagai profesional sekaligus pimpinan di salah satu perusahaan besar nasional.
Hery menilai kedua kandidat memiliki kapasitas dan kompetensi yang sama-sama kuat untuk memimpin organisasi alumni tersebut.
“Keduanya memiliki kemampuan yang memadai. Tinggal nanti para alumni menentukan siapa yang paling tepat memimpin organisasi ini tiga tahun ke depan,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kepengurusan sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga eksistensi dan dinamika organisasi secara konsisten meski dijalankan secara sukarela.
“Ini organisasi nirlaba. Menjadi ketua maupun pengurus dilakukan secara sukarela, mengorbankan waktu dan tenaga tanpa dibayar. Selama tiga tahun terakhir saya melihat kepengurusan sudah berjalan sangat baik,” katanya.
Selama periode sebelumnya, Ikastara aktif menjalankan berbagai program, mulai dari seminar, kegiatan olahraga, aksi sosial, hingga pengembangan platform digital alumni.
Meski demikian, Hery menilai tantangan terbesar ke depan adalah memperkuat konektivitas antaranggota. Dari sekitar 10 ribu alumni, baru sekitar 3.500 orang yang telah terhubung melalui aplikasi komunitas alumni.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu memperluas partisipasi anggota dan memperkuat soliditas jejaring alumni di masa mendatang.
“Semakin banyak alumni yang terhubung, maka akan semakin kuat jejaring dan kolaborasi yang bisa dibangun,” tutupnya.(f/red)












