Pemprov Kalbar Perkuat Pondasi Transformasi,Sintang Jadi Simpul Ekonomi Hijau Menuju IKN

SINTANG mediakota.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi transformasi pembangunan daerah melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Kabupaten Sintang.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan bahwa tahun 2027 merupakan fase krusial sebagai tahap awal pelaksanaan RPJPD 2025–2045. Oleh karena itu, arah pembangunan harus lebih terukur, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
“Perencanaan pembangunan harus lebih disiplin dalam menentukan prioritas dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemprov Kalbar mencatat capaian pembangunan yang cukup positif pada tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen, melampaui target RKPD, disertai penurunan tingkat kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia.
Namun demikian, berbagai tantangan masih perlu diantisipasi, termasuk ketimpangan infrastruktur, kualitas SDM, serta penguatan daya saing ekonomi daerah.
RKPD Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027 mengusung tema:
“Memperkuat Fondasi Transformasi Kalimantan Barat melalui Peningkatan Pembangunan Daya Saing yang Inklusif dan Berkelanjutan.”
Tema ini diwujudkan melalui empat pilar utama, yakni: Pemulihan dan modernisasi sektor primer, Perlindungan sosial dan daya beli masyarakat, Penciptaan lapangan kerja berkualitas, Pengurangan ketimpangan dan peningkatan konektivitas.
Dalam arah pembangunan kewilayahan, Kabupaten Sintang diposisikan sebagai bagian dari Kluster IV (Sintang–Melawi–Kapuas Hulu) yang menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau serta koridor strategis menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Pengembangan kawasan ini difokuskan pada: Produk unggulan ekonomi hijau seperti kakao dan perikanan, Penguatan sektor pariwisata berbasis kawasan (Jelajah Heart of Borneo), Peningkatan konektivitas dan infrastruktur dasar, Penguatan kerja sama regional
Wakil Gubernur juga mendorong Sintang untuk menjadi simpul distribusi logistik wilayah timur Kalbar sekaligus pemasok pangan bagi kawasan IKN.
Sementara itu, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mengungkapkan bahwa tantangan utama daerah masih berada pada sektor infrastruktur dan layanan dasar.
Saat ini, kondisi jalan mantap di Sintang baru mencapai 13,13 persen, akses air bersih 54,2 persen, serta sanitasi layak 70,1 persen.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi masih berada pada kisaran 4–5 persen dan tingkat kemiskinan masih perlu ditekan lebih lanjut.
“RKPD 2027 menjadi instrumen penting untuk menjawab berbagai persoalan tersebut secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Fokus pembangunan 2027 yakni Infrastruktur dan Daya Saing, Pemkab Sintang mentapkan tema pembangunan tahun 2027 ” Pembangunan infrastruktur yang mereata dan berkualitas untuk memperkuat daya saing daerah yang berkelanjutan. Fokus pembangunan meliputi: Peningkatan kualitas jalan dan permukiman, Penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, Pengembangan UMKM, pertanian, dan pariwisata, Digitalisasi tata kelola pemerintahan.
Target Makro Kalbar 2027 sendiri menargetkan antara lain Secara makro, Pemprov Kalbar menargetkan: Pertumbuhan ekonomi: 5,27–6,47%, Tingkat kemiskinan: 5,64–6,14%, IPM: 73,11–75,00, Pengangguran terbuka: 4,73% Target ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Menutup rangkaian Musrenbang, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor, baik antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dunia usaha, maupun masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan Sintang yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” tutup Bupati Sintang.
Hasnan