Wali Kota Edi Warning: Penimbun BBM Akan Ditindak

Pertamina Pastikan Stok Aman
PONTIANAK Mediakota.com— Pemerintah Kota Pontianak bersama aparat kepolisian dan PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pontianak tetap aman meski terjadi peningkatan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan. Di sisi lain, aparat menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba menimbun BBM.
Wali Kota Pontianak bersama Kapolresta Pontianak, Dandim, serta manajemen Pertamina Kalimantan Barat melakukan pemantauan langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal, Rabu (11/3/2026) siang. Tinjauan dilakukan di SPBU Parit H Husein II dan SPBU Imam Bonjol.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa secara umum operasional SPBU di Kota Pontianak berjalan lancar dan stok BBM tersedia. Antrean memang sempat terlihat. Selain akibat isu ketersediaan bahan bakar yang terbukti tak benar, hal ini turut dikarenakan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami memastikan bahwa stok BBM tersedia,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu terkait panic buying atau kekhawatiran kelangkaan BBM. Pemerintah bersama Pertamina telah memastikan distribusi tetap berjalan lancar.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto menambahkan bahwa pihaknya akan menindak tegas apabila ditemukan praktik penimbunan BBM di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak melakukan penimbunan BBM, baik Pertalite maupun solar. Apabila ditemukan di lapangan, tentu akan kami lakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Selain menindak oknum masyarakat, pengawasan juga dilakukan terhadap SPBU. Jika ditemukan SPBU yang melakukan pelanggaran, Pertamina sebagai pembina akan memberikan sanksi sesuai ketentuan.
“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan,” ucapnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Ardhi Hidayat, memastikan bahwa stok BBM di wilayah Pontianak dalam kondisi aman. Pertamina bahkan telah menambah suplai untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan.
“Selama lima hari terakhir kami menambah suplai sekitar 100 ribu liter per hari. Normalnya konsumsi BBM di Pontianak sekitar 500 ribu liter per hari,” jelasnya.
Selain penambahan pasokan, Pertamina juga mengoperasikan sejumlah SPBU selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Widhi menjelaskan bahwa suplai BBM untuk Pontianak dikirim dari Depot Tanjung Uban di Kepulauan Riau dengan jadwal pengiriman rutin setiap dua hingga tiga hari. Dengan langkah tersebut, pemerintah dan Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Kota Pontianak tetap terjaga hingga periode Lebaran.
“Kami memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan BBM,” tegasnya.
Silvi, satu di antara warga Pontianak yang tengah mengantre di SPBU Paris II, mengaku sudah mengantre sejak pagi untuk mengisi BBM sepeda motor miliknya.
“Sebelumnya, saya tadi sempat mengantre tetapi karena terlalu lama dan harus menjemput anak-anak pulang sekolah, saya keluar dari antrean. Sekarang anak-anak sudah dijemput dari sekolah dan saya lanjut mengantre karena bensin motor saya sudah hampir habis,” bebernya.
Menurutnya, kondisi itu sudah biasa terjadi karena banyak warga yang harus menyesuaikan waktu dengan aktivitas keluarga.
“Saya juga harus mengantar dan menjemput anak sekolah. Jarak rumah lumayan jauh, jadi kalau tidak ada bensin tentu sulit untuk beraktivitas,” tutupnya.
Hasnan Sutanto