Ketua Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Jalan Paralel Perbatasan di Kapuas Hulu

KAPUAS HULU Mediakota.com-Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, S.Sos., M.Si, bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum melakukan peninjauan langsung pembangunan Jalan Paralel Perbatasan ruas Nanga Era–Batas Kalimantan Timur di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Rabu (25/2/2026).
Ruas tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang dirancang memperkuat konektivitas kawasan perbatasan.
Kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan kelanjutan pekerjaan pada tahun anggaran berjalan. Pemerintah pusat kembali mengalokasikan dana guna meneruskan pembangunan jalan yang menghubungkan wilayah pedalaman Kapuas Hulu dengan kawasan perbatasan provinsi. Tahun ini, anggaran sebesar Rp139,8 miliar digunakan untuk menyambung sekitar 6 kilometer jalan hingga terkoneksi dengan ruas beraspal yang telah lebih dulu dibangun.
Lasarus menegaskan, kehadiran jalan paralel perbatasan tidak hanya berdampak pada konektivitas, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat pertahanan dan keamanan negara di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Ia menilai pembangunan infrastruktur di wilayah terluar menjadi bukti nyata komitmen negara dalam menghadirkan pemerataan pembangunan.
Dari sisi teknis, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Aspek kelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati menjadi perhatian dalam setiap tahapan pekerjaan. Selain konstruksi jalan, direncanakan pula kegiatan penghijauan di sejumlah titik sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekitar.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H., menyambut positif percepatan pembangunan ruas tersebut. Menurutnya, akses jalan ini akan membuka keterisolasian sejumlah desa di perhuluan Sungai Kapuas, seperti Cempaka Baru (Nanga Era), Beringin Jaya, Bungan Jaya, hingga Tanjung Lokang. Dengan terbukanya akses darat, mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi diharapkan semakin lancar sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.
Lasarus menambahkan, pembangunan jalan paralel perbatasan juga akan memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Kalimantan, termasuk keterhubungan antara Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Ia menilai percepatan penyelesaian proyek ini menjadi langkah penting untuk mengejar ketertinggalan pembangunan kawasan perbatasan yang selama ini belum optimal tersentuh infrastruktur.
Hasnan