Yayasan TCI Lakukan Aksi Nyata; Penanaman Rehabilitasi Lahan Kritis Program SOLUSI

Simpang Renggiang, Lintang, Belitung Timur – Yayasan Tarsius Center Indonesia (TCI) menyelenggarakan aksi nyata dalam hal pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman pohon guna rehabilitasi lahan kritis melibatkan tiga desa yaitu Desa Gantung, Desa Lintang dan Desa Simpang Tiga. Aksi ini dilaksanakan di Geosite Tebat Rasau Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang Kabupaten Belitung Timur. Kamis (29/01/2026) pukul 09.00 WIB. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar, Asisten 1 bidang Ekonomi dan Pembangunan Ikhwan Fahrozi, Staf Ahli bidang Ekonomi dan Pembangunan Bayu Priyambodo, Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Ida Lismawati, Kadin PUPRP2RKP Beltim Idwan Fikri, Distangan Beltim Heru Indramarta, Diskominfo Partono, Kepala Desa Gantung Arief Kusmaryadi, Kepala Desa Lintang Mahmuda, Kepala Desa Simpang Tiga Wasni, para Kelompok Komunitas dan konservasi juga undangan lainnya.

Kegiatan ini merupakan  Program SOLUSI yang hadir untuk menjawab tantangan lahan kritis melalui aksi rehabilitasi hutan yang nyata. Fokusnya pada pemulihan vegetasi di area yang membutuhkan perhatian khusus guna memastikan fungsi ekologis hutan kembali berjalan optimal. Langkah ini merupakan komitmen jangka panjang dalam menjaga bentang alam daratan Belitung dan Belitung Timur agar tetap tangguh dan lestari.

Dalam sambutannya, Direktur Tarsius Center Budi Setiawan menyatakan bahwa ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lingkungan berbasis ekosistem. Dan menjadi langkah konkret dalam menjaga keseimbangan antara landscape darat dan laut.

” Dalam Program SOLUSI ini ditetapkan 3 Desa berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang yaitu Desa Simpang Tiga di hulu sungai, Desa Lintang di bagian tengah dan Desa Gantung di bagian hilir,” terang Budi 

Budi juga sebutkan bahwa salah satu intervensi di Desa Lintang, yaitu di kawasan Tebat Rasau ini melalui pengembangan tanaman rempah berbasis kearifan lokal. 

” Hal ini dirancang untuk konservasi keanekaragaman hayati atau Biodiversty, ruang penelitian berbasis scientific tourism. Juga sebagai sarana edukasi lingkungan bagi pelajar dan masyarakat,” jelasnya.

Lanjutnya lagi, pengembangan ini diharapkan mampu memperkuat sektor kuliner lokal dan mendorong terbentuknya ekowisata sebagai sumber pendapatan berkelanjutan bagi kelompok masyarakat.

” Intinya untuk intervensi di Desa Lintang ini Kita selalu menyesuaikan dengan kondisi lokal. Dan Kita saat ini melakukan penanaman 17 jenis tanaman lokal yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem di Desa Lintang ini. Dan Program ini juga diarahkan kepada pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru sebagai bagian dari strategi keberlanjutan Belitung dan Belitung Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kegiatan penanaman pohon dalam Program SOLUSI yang diinisiasi oleh Yayasan Tarsius Center Indonesia(TCI) bersama sejumlah komunitas dan mitra konservasi.

” Kegiatan ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap kawasan – kawasan kritis di Belitung Timur. Kolaborasi yang dibangun ini sangat positif dan perlu dijaga keberlanjutannya,” ujar Wabup Khairil.

Wabup Khairil juga sampaikan bahwa pentingnya keseimbangan antara upaya penanaman dan perlindungan lingkungan. Agar tidak terjadi kerusakan yang justru lebih besar.

” Kedepan perlu dilakukan evaluasi agar yang ditanam yang mayoritas tanaman obat-obatan ini benar-benar sesuai dan memberikan manfaat untuk jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *