Rapat Tertutup Digelar Pemkab Beltim Dengan Agenda Rakor Dan Audensi Forkopimda Bersama Masyarakat Penambang

Manggar, Belitung Timur – Rencana Aksi Unjuk Rasa Masyarakat penambang timah yang diinisiasi oleh sejumlah Asosiasi Pertambangan Rakyat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penambang Kabupaten Belitung Timur bersama Masyarakat Penambang batal dilaksanakan. Sebagai gantinya digelar Rapat Koordinasi dan Audensi bersama Bupati Beltim Kamarudin Muten dan Forkopimda yang bersifat tertutup bagi para peliput yang hadir. Bertempat di Ruang Rapat Bupati. Senin (22/12/2025) pukul 10.00 WIB.
Rapat Koordinasi dan Audensi ini dihadiri oleh Bupati Beltim Kamarudin Muten, Sekretaris Daerah Erna Kunondo, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, Kapolres Beltim AKBP Indra Feri Dalimunthe, Pabung 0414/Belitung Mayor Czi Ahmad Tabrani, Kajari Beltim Agus Taufikurrahman, S.H., M. H, Danpos TNI AU Beltim Lettu Lek Erwin Jonoarta, Kawilasi PT Timah TbK Feriandi, Kepala Kesbangpol Evi Nardi, Asosiasi Petambang Rakyat Indonesia (APRI), Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada), dan Asosiasi Penggiat Tambang Indonesia (ASPETI) serta undangan lainnya.

Saat dikonfirmasi seusai acara, Bupati Beltim Kamarudin Muten menjelaskan batalnya aksi unjuk rasa masyarakat penambang timah bahwa tidak selalu harus dilakukan demo/ unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi para penambang timah.
” Lebih baik setiap ada apapun kita itu cukup audiensi saja. Dengan demo akhirnya tidak terdengar, akhirnya nggak tersampaikan juga semua aspirasi penambang. Contoh kayak di Pangkalpinang kan? Abis ribut-ribut apa yang bisa? Dengan ini Kita kan dengar, catat langsung semua. Kita akomodirkan,” terang Bupati Beltim Kamarudin Muten yang akrab dipanggil Pak Afa
Disinggung terkait pelaksanaan Rakor dan Audensi dilaksanakan secara tertutup dengan adanya larangan liputan para awak media, Pak Afa katakan gak ada.
” Dak Ade, Mun Ade rahasia dak ku sampaikan mikak ( gak ada, kalau ada rahasia gak mungkin sekarang saya sampaikan ke kalian),” ungkapnya tanpa menyebutkan alasan jelas pembatasan awak media untuk liputan.
Pak Afa hanya sebutkan bahwa Ia telah sampaikan di Rapat tadi agar tolong para penambang untuk bersabar.
” Tadi saya sudah sampaikan untuk penambang tolong untuk bersabar. Jangan akhir tahun kado berikan Bupati itu jangan yang demo-demo. Kitakan sudah akhir tahun meski kadonya yang bagus. Tapi masyarakat taulah,” ujarnya.
Ditanya terkait adanya penangkapan tebang pilih para penambang kecil yang bukan pemilik (hanya pekerja), Pak Afa sebutkan sudah sampaikan ke Pak Kapolres.
” Kita juga sampaikan ke Pak Kapolres. Ini karena ada operasi Menumbing kan? Jadi Pak Kapolres tetap akan lakukan sesuai aturan, ” pungkasnya.