
Jakarta, mediakota.com — Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, menyambut penuh haru dan kebanggaan atas penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Rabu (12/11/25).
Menurut Iqbal, langkah pemerintah mengakui Marsinah sebagai Pahlawan Nasional bukan sekadar penghargaan terhadap individu, tetapi juga pengakuan atas perjuangan kelas pekerja Indonesia dalam menegakkan keadilan dan hak-hak buruh.
“Hari ini, sejarah berpihak kepada kebenaran. Marsinah bukan hanya simbol perlawanan terhadap penindasan, tetapi juga lambang keberanian perempuan pekerja yang menuntut hak dengan nurani yang bersih,” tegas Said Iqbal.
Marsinah, buruh perempuan pabrik arloji di Sidoarjo yang tewas tragis pada Mei 1993, selama ini menjadi ikon perjuangan buruh dan simbol keadilan sosial. Baginya, perjuangan Marsinah adalah bagian dari jalan panjang menuju kesejahteraan dan kesetaraan yang diperjuangkan Partai Buruh hingga kini.
“Penetapan ini harus menjadi pengingat bagi seluruh bangsa, bahwa keadilan tidak datang dari atas, tetapi lahir dari keberanian rakyat kecil untuk melawan ketidakadilan,” lanjut Iqbal.
Said Iqbal juga menyampaikan bahwa Partai Buruh bersama gerakan serikat pekerja akan menjadikan tanggal penetapan ini sebagai Refleksi Gerakan Buruh Nasional, untuk memperkuat perjuangan politik kaum pekerja dalam memperjuangkan upah layak, jaminan sosial, dan demokrasi ekonomi.
“Marsinah kini resmi menjadi pahlawan nasional. Namun bagi kami, ia sudah lama menjadi pahlawan rakyat pekerja. Semoga semangatnya menyalakan bara perjuangan di setiap pabrik, kantor, dan ladang di negeri ini,” tutup Iqbal dengan lantang.
Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional menjadi momentum bersejarah yang mempertegas bahwa perjuangan buruh adalah bagian dari perjuangan bangsa. Marsinah simbol perlawanan kaum pergerakan — semangat Marsinah kembali dihidupkan untuk menginspirasi generasi pekerja masa depan, pungkasnya.
( FrB )