Sumenep, Mediakota.com – Kecamatan Lenteng Sumenep sebuah kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Madura, Jawa Timur, Indonesia, Memiliki sejarah yang kaya, budaya yang unik, dengan keindahan pabrik rokok yang berada di sisi alam yang menakjubkan.
Daerah ini juga dikenal dengan rasa tembakaunya yang berkualitas tinggi. Namun dibalik itu, Sumenep menyimpan ironi tentang kebangkitan produksi rokok lokalan yang ilegal.
Sumenep pernah menjadi Bunker bagi produksi rokok ilegal merek “Selera Pemberani jagoan mama”. Pengalaman ini menjadi catatan kelam dalam sejarah Sumenep, dimana para produsen rokok ilegal berhasil mengelabui merokok dengan produk tanpa bea cukai
Di tengah permasalahan rokok ilegal, dua merek rokok lokal Sumenep, Djava dan One Point, menunjukkan tren positif dalam penjualan. Djava, dengan varian kretek dan filter, serta One Point dengan kretek filternya, menawarkan rasa dan kualitas yang baik dengan harga dibawah Rp 20 ribu. Harga yang terjangkau ini menjadi daya tarik bagi perokok lokal.
Pada akhirnya, pilihan tetap ada di tangan perokok. Apakah mereka ingin tetap mengonsumsi rokok produksi pabrikan besar atau memilih rokok murah dengan rasa yang bersaing. Iwan, seorang perokok pasif, memberikan testimoninya tentang rokok Djava.
Menurutnya, Djava memiliki tarikan yang ringan, hemat di kantong, dan rasanya mantap. Iwan juga mengajak masyarakat untuk mendukung rokok lokal yang legal dan memiliki sertifikat syariah serta halal.
Sumenep memiliki potensi besar dalam industri rokok, terutama dengan kualitas tembakau yang dimilikinya. Namun, permasalahan rokok ilegal dan persaingan dengan pabrikan besar menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Kebangkitan rokok lokal seperti “Djava” dan “One Point” memberikan harapan baru bagi industri rokok di Sumenep. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih produk legal, rokok lokal Sumenep dapat bersaing dan menjadi kebanggaan daerah.
Sebagai penutup, mari kita mendukung produk lokal yang legal dan berkualitas. Jangan sampai kita terjebak dalam rayuan “Selera Pemberaninya Mama” tanpa hiasan yang hanya menguntungkan segelintir orang.
Pilihlah rokok yang “merakyat”, seperti “Djava” dan “One Point”, yang tidak hanya enak rasanya, tetapi juga aman di kantong. Ingat, “merokok itu merusak kesehatan”, tetapi “memilih rokok yang legal itu menyelamatkan ekonomi daerah”.
(RM Hendra)