Aik Kelik, Belitung Timur – Langit di atas lapangan bola Desa Aik Kelik, Kecamatan Damar mendadak riuh dan penuh warna pada akhir pekan ini. Ratusan layang-layang dengan berbagai bentuk dan ukuran tampak menari indah, memikat perhatian warga lokal yang memadati area perlombaan sejak Sabtu hingga Minggu (3-4 Oktober 2026).
Kemeriahan ini merupakan bagian dari perayaan HUT RI ke-81 yang diinisiasi secara mandiri oleh Irvani, seorang pengusaha muda sukses asal Aik Lanci. Lewat aksi nyatanya, Irvani berhasil menghidupkan kembali ruang bermain tradisional sekaligus menyatukan masyarakat dalam semangat nasionalisme.
Festival ini mencatat antusiasme yang luar biasa. Tidak kurang dari 360 peserta dewasa dan lebih dari 50 anak-anak mendaftarkan diri demi menerbangkan kreativitas mereka ke udara. Angin kencang khas Belitung Timur menjadi saksi betapa gigihnya para peserta, mulai dari anak-anak yang tertawa lepas hingga orang dewasa yang adu strategi agar layangannya bertahan paling stabil dan estetik di angkasa.
“Kegiatan ini murni dari hati untuk menyemarakkan hari kemerdekaan kita yang ke-81. Saya ingin melihat pemuda, orang tua, dan anak-anak berkumpul bersama dalam kegiatan yang positif dan kompetitif,” ujarnya.
Setelah kompetisi sengit selama dua hari penuh, dewan juri akhirnya menetapkan para jawara. Untuk mengapresiasi kerja keras para peserta, Irvani memastikan seluruh pemenang di kedua kategori, baik anak-anak, maupun dewasa dengan mendapatkan apresiasi setara berupa piala, trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan dengan rincian: Juara 1 (Rp1.500.000), Juara 2 (Rp1.000.000), Juara 3 (Rp700.000), dan Juara 4 (Rp500.000).
Pada kategori anak-anak, bakat cilik bernama Erik sukses mengunci posisi Juara 1, disusul oleh Juara 2, dan Maulana Ali di posisi Juara 3. Serta 3 orang sebagai penerima hadiah hiburan.
Sementara itu, persaingan di kategori dewasa berlangsung tak kalah menegangkan. Abon keluar sebagai Juara 1, diikuti oleh Riki sebagai Juara 2, Jalel sebagai Juara 3, dan Anker di posisi Juara 4. Sorak-sorai penonton pecah saat para pemenang dari kedua generasi ini naik ke atas podium untuk menerima hadiah mereka.
Acara ditutup dengan penuh haru dan kegembiraan. Melalui inisiatif tokoh muda seperti Irvani, perayaan HUT RI di Desa Aik Kelik tidak hanya menjadi sekadar seremonial, melainkan pesta rakyat yang sukses mempererat tali silaturahmi antarwarga.












