STIK Cup 2026 Berakhir, Papan Catur Jadi Ruang Membangun Prestasi dan Persahabatan Mahasiswa

JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,—
Turnamen Catur Ketua STIK Cup 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia resmi ditutup. Ajang yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut berlangsung tertib, sportif, sekaligus menjadi ruang mempererat persaudaraan antar mahasiswa dan antarkampus.

Hal ini disampaikan wakil ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri, Irjen Pol, Ahmad Ramadhan, pada acara penutupan turnamen pada Minggu (23/8), sore ini.

Penutupan turnamen dihadiri jajaran dosen Polri maupun ASN STIK Lemdiklat Polri, para Kabag, Kalem, Patun, seluruh personel STIK Lemdiklat Polri, serta mahasiswa S1, S2, dan S3 STIK Lemdiklat Polri.

Dalam sambutannya, pihak STIK Lemdiklat Polri menyampaikan apresiasi kepada PB Percasi, panitia, perangkat pertandingan, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

“Selamat kepada para pemenang. Prestasi hari ini merupakan buah dari latihan, disiplin, ketenangan, dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat,” demikian pesan yang disampaikan dalam acara penutupan.

Turnamen tidak hanya dipandang sebagai kompetisi untuk menentukan siapa yang terbaik di atas papan catur. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran mengenai disiplin, ketenangan, strategi, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat dalam situasi penuh tekanan.

Pesan penting juga disampaikan kepada peserta yang belum berhasil meraih kemenangan. Mereka didorong untuk tidak patah semangat karena setiap pertandingan merupakan pengalaman sekaligus proses untuk meningkatkan kualitas diri.

“Setelah pertandingan berakhir, yang kita bawa pulang bukan hanya piala, tapi juga pengalaman, persahabatan, jejaring antar mahasiswa dan antar kampus, serta semangat untuk berkembang,” tegasnya.

Semangat tersebut terangkum dalam filosofi catur “Gens Una Sumus”, yang berarti “Kita satu keluarga.”
Filosofi itu menjadi pesan utama dalam penutupan STIK Cup 2026. Para peserta memang menjadi lawan ketika berhadapan di atas papan catur, tetapi kompetisi tidak boleh menghilangkan persahabatan dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

“Kita boleh menjadi lawan di atas papan catur, tetapi setelah pertandingan, kita tetap menjadi sahabat dan satu keluarga besar Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, seluruh peserta diajak terus menjunjung tinggi sportivitas, mengejar prestasi, sekaligus menjaga persaudaraan yang telah terbangun melalui turnamen.

Dengan berakhirnya STIK Cup 2026, STIK Lemdiklat Polri berharap jejaring antarmahasiswa dan antarkampus yang terbentuk selama kompetisi dapat terus berkembang.

Turnamen diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan gelar, tetapi menjadi momentum membangun generasi muda yang kompetitif, disiplin, sportif, dan mampu mengambil keputusan dengan matang.

Turnamen Catur Ketua STIK Cup 2026 kemudian secara resmi dinyatakan ditutup, disusul ucapan selamat kepada para pemenang dan apresiasi kepada seluruh peserta serta panitia.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka, merdeka, merdeka!” Tutup Irjen Pol, Ahmad Ramadhan. (f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!