Hai Sawit Berkolaborasi Dengan BPDPKS Gelar FGD Di Beltim

Jumat | 21 Juni 2024 | 08:21:54 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,- Manggar, Belitung Timur - Hai Sawit bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS mendorong kalangan pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) menggunakan produk-produk berbahan baku sawit. Sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Hai Sawit dan BPDPKS ini berkolaborasi dengan aktif melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Peluang Ekspor Produk Usaha Kecil Menengah Koperasi (UKMK) Sawit Indonesia untuk dunia di Belitung Timur. Yang pelaksanaan kegiatannya selama 2 hari ( 20/6/2024 - 21/6/2024). Dengan dihadiri oleh Bupati Belitung Timur Burhanudin yang sekaligus membuka kegiatan FGD ini. Bertempat di Rumah Makan Fega Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur. Kamis (20/6/2024).

Kegiatan sosialisasi ini juga merupakan upaya BPDPKS untuk mengambil peran dari sisi Exit Srategy, yaitu mendukung pemulihan dan percepatan ekonomi dari sektor promosi hasil minyak sawit dan promosi hasil-hasil penelitian sawit yang dapat digunakan untuk pengenalan serta pengembangan industri sawit dalam mendorong peningkatan volume ekspor maupun industri Sawit Indonesia.

Disela break siang, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Belitung Timur (Beltim) Gustaf Pilandra sebagai narasumber kegiatan Focus Group Discussion Peluang Ekspor Produk Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) Sawit Indonesia Untuk Dunia menyampaikan apresiasinya kepada Hai Sawit Indonesia selaku mitra Pemerintah Daerah yang telah menginisiasi kegiatan FGD ini.

" Kami sebagai Dinas teknis yang menaungi UMKM sangat menyambut baik kegiatan ini. Ini kan salah satu kegiatan yang dapat membuka hati dan pikiran para pelaku UMKM terkait dengan produk-produk sawit yang bisa diinovasikan," ujar Gustaf.

Gustaf berharap melalui kegiatan FGD ini dapat memotivasi para pelaku UMKM di Belitung Timur untuk dapat lebih berinovasi dalam menangkap peluang pengolahan produk sawit ke depannya.

" Harapannya semoga setelah mengikuti kegiatan ini para pelaku UMKM Beltim bisa lebih kreatif dan inovatif mengolah produk sawit ini. Seperti contohnya lidi sawit selama ini kita cuman olah sebagai sapu. Ternyata di FGD ini dibilang bahwa bisa diolah jadi tas, dupa sawit dan lain sebagainya," kata Gustaf.

Sementara itu, ditemui di tengah-tengah kegiatan FGD berlangsung, Pimpinan Umum Hai Sawit Indonesia M. Gema Aliza Putra menjelaskan bahwa pelaksanaan FGD ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan dan mengembangkan UKMK berbasis kelapa sawit kepada para pelaku UMKM di Belitung Timur untuk menangkap peluang ekonomi baru yaitu pengolahan produk-produk sawit.

" Produk sawit yang dikenal masyarakat umum itukan selama ini hanya minyak goreng, CPO dan kernel. Padahal sebenarnya sudah ada produk-produk sawit yang memang produk turunannya itu dari hasil pengolahan limbah-limbah sawit yang berpeluang untuk dikembangkan. Nah itulah yang disebut produk UKMK," terang Gema.

Gema juga mengatakan bahwa pihaknya berkeinginan untuk mendorong kemampuan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM Beltim dalam mengembangkan sektor hilir kelapa sawit dan pemanfaatan limbahnya sehingga mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi dengan menghadirkan narasumber-narasumber mumpuni dan para pelaku eksportir dalam FGD ini.

" Jadi kami ingin menjembatani melalui diskusi ini produk sawit apa aja sih yang berpeluang untuk diekspor. Nah di diskusi ini juga kami menghadirkan narasumber dari Kemenlu, Kemenkop, kami juga mendatangkan pihak retail dari hotel, indomaret dan pesantren agar nanti peserta paham produk sawit seperti apa yang dibutuhkan pasar," ujarnya.

Ia menjelaskan dipilihnya Belitung Timur sebagai lokasi penyelenggaraan FGD ini karena Belitung Timur saat ini menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi sawit yang luar biasa.

" Kita berharap ke depannya sustainablenya, pengolahan sawit ini jadi bisnis yang end-to-end gak terbatas di minyak sawit aja tapi limbahnya juga kepake dan bisa jadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ungkapnya.

Gema menambahkan, bahwa setelah pelaksanaan kegiatan FGD ini pihaknya akan kembali melaksanakan workshop satu produk pengolahan sawit yang paling berpeluang untuk ditindaklanjuti dan dilakukan oleh para peserta kegiatan.

" Nanti peserta mau fokusnya kemana ni, missal kita mau fokus ke dupa sawit berarti nanti kita akan workshop sampai menghasilkan buat produk habis itu kita jual. Nanti nextnya tinggal pelaku UKMK dan pihak eksportir untuk menindaklanjutinya," tutupnya. (RIS)