Desa Aik Kelik Salah Satu Titik Rangkaian Safari Ramadan 1445 H

Senin | 25 Maret 2024 | 13:37:30 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,-Damar, Belitung Timur - Melanjutkan rangkaian Safari Ramadan 1445 H Pemerintah Kabupaten Beltim yang dipimpin Bupati Belitung Timur Burhanudin dan Wakil Bupati khairi Anwar beserta jajarannya berbuka dan dengarkan tausiyah bersama dengan masyarakat Dusun Air Kelik di Masjid Al-Barkah Desa Air Kelik, Kecamatan Damar, Jumat (22/03/2024).

Bupati Beltim Burhanudin dalam sambutannya mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa membayar zakat fitrah maupun zakat mal pada tahun ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk menyegerakan penunaian zakat, sehingga para amil dapat segera menyalurkan zakat kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu dan berhak mendapatkannya dengan sesegera mungkin.

Burhanudin juga mengajak para orang tua yang hadir untuk terus proaktif dalam mengawasi dan membina anak-anaknya. Baik lingkungan di rumah maupun di luar rumah, agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah serta merusak masa depannya.

Disela sambutan nya, Bupati Beltim Burhanudin yang akrab di sapa Aan menyinggung tentang aktivitas meja goyang. Dimana Pemerintah Kabupaten Belitung Timur akan melakukan penataan ulang aktivitas meja goyang timah di Kabupaten Belitung Timur. Sehingga ke depannya tidak ada lagi meja goyang yang berada dekat dengan pemukiman warga.

" Penertiban ini untuk bertujuan agar warga terhindar dari penyakit dan radiasi yang ditimbulkan oleh aktivitas meja goyang. Mengingat efek radiasi dan partikel debu timah sangat berbahaya bagi kesehatan. Tapi jangan salah kaprah. Tujuan verifikasi dan pendataan meja goyang ini bukan untuk menutup atau menghentikan aktivitasnya, namun lebih kepada penataan dan lokalisasi, agar tidak berbahaya bagi masyarakat," Ujar Aan.

Seluruh meja goyang yang diperkirakan mencapai 250-300 akan ditempatkan di lokasi khusus, jauh dari permukiman warga namun dekat dengan aktivitas tambang timah. Penentuan lokasi akan dibahas dengan PT Timah.

" Kita akan koordinasi dulu dengan PT Timah, supaya tidak ada lagi yang di tengah-tengah kampung. Kesannya liar dan dampaknya sudah mulai terlihat," ungkap Aan.

Usai lebaran ini, kata Aan, Pemkab Beltim akan menggelar Rapat Koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta pihak-pihak yang berkepentingan. Rapat ini juga sekaligus akan membahas legalitas meja goyang.

" Memang semuanya tidak ada izin, makanya kita akan cari cara bagaimana supaya pekerja tambang bisa menjual timahnya namun asal-muasal timahnya juga harus jelas," ujar Aan.