Kedai Ini Jual Beras Paling Murah se Kabupaten Beltim

Jumat | 08 Maret 2024 | 21:52:33 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,- Manggar, Belitung Timur - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Belitung Timur membuka Kedai Pengendali Inflasi Daerah. Kedai ini merupakan solusi bagi warga Kabupaten Beltim yang ingin memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga murah.

Antusias masyarakat sangat tinggi dengan adanya kedai ini. Baru selesai Bupati Beltim, Burhanudin dan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rommy Sariu Tamawiwy memotong pita meresmikan, Jumat (8/3/24) Pagi, puluhan warga langsung menyerbu.

Di kedai yang yang berlokasi di Kios Pasar Lipat Kajang Manggar ini beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) karung 5 kilogram hanya Rp53.000, minyak goreng Rp12.500 per liter, tepung terigu Rp10.000 per kilogram dan gula pasir Rp16.000 per kilogram. Namun harga ini akan berubah usai harga bahan kebutuhan normal kembali.

" Kalau sekarang pakai harga saat kita Operasi Pasar. Khusus untuk harga Beras SPHP tetap Rp53.000 sama minyak goreng tetap Rp13.500," ungkap Insiator Kedai Pengendali Inflasi daerah (KPID), Tri Astuti Haliza saat Peresmian KPID di Kios Pasar Lipat Kajang Manggar.

Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah ini menyatakan pembelian sembako di KPID saat ini masih dibatasi, terutama untuk komoditi beras SPHP dan minyak goreng. Setiap orang maksimal hanya boleh membeli dua karung beras dan dua liter minyak goreng.

" Biar tidak disalahgunakan. Mengingat mayoritas bahan pokok yang ada di sini sudah disubsidi, baik oleh Perum Bulog maupun BUMD Perumdam Pelangi Timur," jelas Tri.

Meski bernama Kedai namun KPID ini berbentuk koperasi yang sudah mempunyai badan hukum dan memiliki Nomor Izin Berusaha (NIB). Pembentukannya merupakan hasil kolaborasi TPID dengan Perum Bulog.

" Ke depan kita akan tambah barang atau bahan kebutuhan pokok lainnya seperti daging beku saat jelang Idul fitri. Nantinya dari KPID juga akan mendrop barang-barang ke BUMDes di Kabupaten Beltim," ujar Tri.