KPU Beltim Gelar Sosialisasi Tahapan Pemilu, " Peran Media Massa Sukseskan Pemilu 2024 "

Sabtu | 10 Februari 2024 | 23:30:38 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,- Manggar, Belitung Timur - perkembangan media sosial semakin pesat mengingat peran teknologi sudah tidak bisa dilepaskan dari setiap lini kehidupan manusia. Selain itu, saat ini masyarakat lebih menikmati melakukan komunikasi melalui jejaring online bahkan masyarakat dari semua kelas ekonomi sudah terhubung dengan internet, kata Marwansyah selaku Ketua KPU Kabupaten Beltim saat membuka Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024 di Warung Kopi Pondok Kopi Desa Padang, Sabtu (10/2/2024).

Sosialisasi yang digelar KPU Kabupaten Belitung Timur ini mengambil tema Peran Media Masa dalam mensukseskan pemilu serentak tahun 2024. Yang dihadiri oleh wartawan dan media massa yang bertugas di Kabupaten Belitung Timur.

Marwansyah juga menegaskan, Salah satu indikator keberhasilan dalam melakukan sosialisasi adalah kehadiran pemilih dan melakukan pencoblosan kertas suara di hari H pemilu. Desain strategi dalam meraih dukungan masyarakat dalam pelaksanaan pemilu dan pemilu secara efektif orang dewasa ini adalah dengan memanfaatkan media sosial.

Marwansyah juga menyebutkan, sebagai lembaga penyelenggara pemilu dan pemilu, KPU memiliki 549 satuan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia di mana setiap satkernya memiliki media sosial yang terdiri dari website,twitter, facebook, instagram, tik tok, hingga youtube. Jumlah tersebut merupakan modal yang sangat besar bagi KPU dalam menjangkau seluruh pemangku kepentingan dan juga masyarakat dari semua golongan guna mensosialisasikan informasi terkait pemilu kepada masyarakat luas.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Marwansyah juga menjelaskan bahwa seluruh perlengkapan pemungutan suara atau logistik akan didistribusikan serentak pada Selasa, (13/2/2024). Namun khusus untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di Pulau akan didistribusikan sehari sebelumnya, yakni Senin (12/2/2024).

" Yang di pulau itu ada 6 TPS, tiga TPS di Pulau Buku Limau Kecamatan Manggar, satu TPS di Pulau Long, satu TPS di Pulau Batun dan Satu TPS di Pulau Ketapang Kecamatan Gantung. Pendistribusian dan pengawalan logistik di Pulau-Pulau ini sangat rawan. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, ditambah gelombang air laut yang sedang tinggi, " Terangnya.

Kondisi cuaca, yakni terjadinya hujan deras pada saat Pencoblosan Suara juga dikhawatirkan akan membuat masyarakat untuk datang ke TPS. Namun kerawanan ini diharapkan tidak terjadi pada 14 Februari mendatang.

Sementara Ashrikhah selaku Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Beltim menyatakan KPU Beltim menargetkan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Kabupaten Beltim di atas target KPU RI yakni 77,5 persen dari 95.791 pemilih yang menyalurkan suaranya ke TPS.

Untuk mencapai angka itu KPU Beltim menyatakan sudah melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat untuk menjadi penyelenggara Pemilu atau badan ad hoc, baik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Mereka ini akan berpartisipasi aktif selain menjadi pemilih mereka juga menjadi penyelenggara pemilu, bertanggung jawab memberikan pendidikan pemilih kepada masyarakat. Sosialisasi juga dilakukan secara masif, yaitu melalui media sosial atau laman kpu.

" Ini nanti, kawan-kawan PPK dan PPS di hari terakhir nanti akan berkeliling menggunakan toa mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk datang ke TPS," Tutup Asrikhah.

Keterangan lain juga disampaikan Muhammad Tahir dari Divisi Perencanaan Data dan Informasi yang menyatakan ada beberapa yang perlu disampaikan terkait dengan pemilih. karena yang nanti yang kita sasar di hari pencoblosan suara itu adalah pemilih.

" mereka yang punya hak untuk memilih di TPS itu ada tiga pemilih. Pertama Data Pemilih Tetap (DPT), Data Pemilih Tambahan (DPTb), kemudian ada Data Pemilih Khusus (DPK), " Ujarnya.

Ada perbedaan antara DPT tahun 2019 dan tahun 2024. Sekarang ini mereka yang punya hak untuk memilih tapi tidak terdaftar dalam DPT, maupun DPTb dan itu mereka sekarang dapat menggunakan hak pilihnya di TPS sesuai dengan alamat KTP-el. Dengan syarat memiliki KTP-el sepanjang surat suara di TPS masih tersedia. (RIS)