Pernyataan Sikap Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Tentang Pemilu Damai

Sabtu | 10 Februari 2024 | 20:55:01 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,-Jakarta

Menyikapi dinamika, konstelasi dan realitas politik kenegaraan yang berkembang, menjelang hari pemilihan 14 Pebruasi 2024, telah menghadirkan keprihatinan kolektif yang ditampilkan dalam bentuk sejumlah pernyataan sikap secara terbuka oleh beberapa Guru Besar, Aktivis, Mahasiswa, Budayawan, Organisasi Kemasyarakatan, serta berbagai elemen Anak bangsa lainnya.

Ada kesan bahwa Presiden sangat memiliki peranan dan kekuasaan yang powerfull, khususnya dalam proses pesta demokrasi sekarang ini. Namun apabila ditinjau secara seksama, dengan pemikiran yang jernih bahwa kejadian ini bukanlah fenomena yang terjadi secara reaktif, simptomatis dan sesaat dalam ruang kosong atau hampa

Kegalauan, keresahan dan keprihatinan tersebut utamanya tidak bekerjanya Lembaga-lembaga demokrasi, khususnya Partai Politik yang dikelola secara individual, dinasti dan otoritarian, sehingga masa depan dan nasib bangsa ini hanya ditentukan oleh beberapa pimpinan parpol yang berada di Lembaga Legislatif, oleh karenanya sangat tidak adil apabila *tuduhan* praktek anti demokrasi ini hanya ditimpakan kepada Lembaga Kepresidenan

Mengingat waktu yang sudah mendekati hari pemilihan tanggal 14 Pebruari 2024, demi persatuan dan kesatuan bangsa, diharapkan kesadaran kita semua untuk menahan diri tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat menggagalkan pemilu.
 
Sehubungan dengan itu, kami atas nama segenap Pembina, Penasihat, serta Pengurus Asosisi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mari kita bersama saling menjaga stabilitas kehidupan demokrasi berbangsa dan bernegara dengan tidak saling menyalahkan satu sama lain yang cenderung tendensius.

2. Mari kita bersama saling mengoreksi diri dan memprioritaskan mana yang lebih utama untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara demi masa depan kehidupan demokrasi bangsa.

3. Mari kita bersama mendorong stakeholder terkait untuk mewujudkan reformasi partai politik demi terwujudnya demokrasi yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

4. Kepada seluruh pejabat kampus dan akademisi yang mempunyai kerabat, keluarga maupun saudara menjadi caleg atau tim sukses salah satu calon tidak membawa institusi Pendidikan yang menyeret kedalam politik praktis agar Marwah dan keutuhan kampus sebagai forum intelektual tetap terjaga. Oleh karena itu mari kita bersama berupaya untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan memberikan pencerahan yang konstruktif kepada seluruh elemen bangsa Indonesia tanpa adanya tendensi politik untuk kepentingan golongan tertentu demi terwujudnya cita-cita bangsa. 

5. Bagi seluruh Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta yang berjumlah 4.356, mari kita bersama berupaya untuk menurunkan suhu politik yang berpotensi memecah belah persatuan serta kesatuan bangsa dengan  mensosialisasikan kepada Masyarakat demi terciptanya pemilu yang damai, penuh kegembiraan dan persaudaraan dengan mengedapankan kepentingan  bangsa.

6. Kami menghimbau kepada seluruh Masyarakat Indonesia yang memiliki hak pilih untuk turut berpartisipasi secara aktif dalam proses Pemilu ini dengan datang ke Tempat Pemungutan Suara pada tanggal 14 februari 2024 dan menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing-masing tanpa intervensi dari pihak manapun, demi tewujudnya pemilu yang berkualitas, jujur, adil dan bermartabat.

7. Kami menghimbau kepada masing-masing Pasangan Calon dan Para Pendukungnya untuk menghentikan ujaran ujaran kebencian, hoaks serta isu-isu lainnya yang dapat memecah bela persatuan dan kesatuan bangsa.

8. Siapapun Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih nanti, Kami menyerukan agar dapat menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan ide, cita-cita bangsa sebagaiamana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan kepada segenap komponen bangsa untuk bersatu mendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu tahun 2024 sebagai hasil akhir dari pesta demokrasi saat ini.
 
Jakarta, 10  Pebruari  2024
Ketua Dewan Pembina/Ketua Dewan Pimpinan Pusat. (fz/red)