Sosialisasi Program Prioritas KONI

Jumat | 01 Desember 2023 | 18:25:33 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,- Manggar, Belitung Timur - KONI Belitung Timur dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan Cimahi kembali membuka kesempatan bagi atlet dan siswa SMA/SMK di Kabupaten Beltim yang ingin kuliah gratis. Setiap tahunnya, Kabupaten Beltim memperoleh 40 kuota beasiswa bagi putra-putri daerah yang berprestasi.

Pada Pembukaan Sosialisasi Program Prioritas KONI Kabupaten Beltim, dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Atlet Daerah, di Sekretariat KONI Beltim, Jumat (1/12/23), Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni STKIP Pasundan, Dr. Ahmad Olih Solihin mengungkapkan STKIP Pasundan setiap tahun memiliki jatah beasiswa bagi 300-400 orang mahasiswa.

" Sesuai visi misi kita untuk memberantas kemiskinan dan kebodohan, kita memberikan ruang sebanyak-banyaknya bagi mahasiswa, baik yang berprestasi maupun berasal dari keluarga menengah ke bawah untuk memperoleh beasiswa," kata Olih.

Mengingat 80 persen mahasiswa di STKIP Pasundan adalah atlet, kampus ini selalu memberikan dispensasi bagi mahasiswanya. Bahkan jika berprestasi saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON) atau kejuaraan yang lebih tinggi lagi, STKIP Pasundan turut membayarkan beasiswa tergantung tingkat prestasi mahasiswa.

" Sesuai julukan kita Kampus Para Juara, sejak 2019 sampai 2023 ada 900 medali yang mahasiswa kita peroleh, dari mulai PON, Sea Games, Asian Games hingga Olimpiade. Makanya kalau musim kompetisi kampus kita hampir kosong," ungkap Olih.

Meski mayoritas atlet, namun Olih menekankan beasiswa prestasi yang diberikan bukan hanya untuk mahasiswa yang berprestasi di bidang olahraga saja namun juga keagamaan, seni dan budaya. Bahkan kampus juga mendorong mahasiswanya untuk meningkatkan kemampuan di bidang lainnya.

" Kita mendorong mahasiswa kita untuk terus meningkatkan skill dan bakatnya, jadi bukan semata-mata akademik. Kita memiliki 50 unit kegiatan mahasiswa, jadi kalau punya kemampuan di fotografi kita fasilitasi," ujar Olih.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Belitung Timur Kamarudin menyatakan sejak memulai kerjasama pada tahun 2021 lalu, setidaknya sudah ada 21 atlet asal Kabupaten Beltim yang kuliah di STKIP Pasundan. Semuanya memperoleh beasiswa atau kuliah secara gratis.

" Setiap tahunnya kita memperoleh kuota untuk 40 orang atlet berprestasi. Sayangnya targetnya tidak tercapai," kata Toyo sapaan akrab Kamarudin.

Untuk itulah Toyo mengajak atlet-atlet Kabupaten Beltim yang sudah berprestasi saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) September 2023 lalu untuk berkuliah di STKIP Pasundan. Selain akan menghemat biaya, kemampuan dan skill atlet dapat terus terasah.

" Makanya atlet yang kemarin dapat medali, baik emas, perak maupun perunggu kalau ingin kuliah gratis bahkan bisa digaji, kita arahkan untuk kuliah ke sini," ujar Toyo.

Diakui Toyo, sosialisasi untuk beasiswa tahun ini berbeda. Jika di tahun sebelumnya KONI dan STKIP datang ke sekolah-sekolah, tahun ini KONI hanya mengundang tiga siswa dari perwakilan SMA/ SMK Se-Kabupaten Beltim.

" Ya memang tujuan kita sebenarnya untuk memacu prestasi atlet terutama yang berusia pelajar agar mereka dapat terus berprestasi dan tidak bingung saat akan melanjutkan kuliah. Karena dengan modal prestasi mereka, sudah ada beasiswa untuk mereka melanjutkan kuliah ke S1," ungkap Toyo.

Bupati Beltim Burhanudin yang membuka kegiatan menyatakan sangat mendukung beasiswa yang diberikan oleh STKIP Pasundan bagi putra-putri di Kabupaten Beltim. Bupati bahkan berencana untuk meninjau langsung kondisi kampus dan bertemu dengan mahasiswa yang kuliah di sana.

" Kampus baguslah itu, kalau sudah akreditasi A. Kita dari Pemerintah Daerah dan KONI mendorong untuk kuliah di sana apalagi dengan biaya kuliah gratis serta beasiswa dari Kampus," ujar Aan sapaan akrab Burhanudin.

Selain mendorong pelajar dan mahasiswa, Aan juga mendorong guru-guru yang masih berpendidikan S1 untuk mengambil kuliah S2 di sana. Apalagi dengan adanya kuliah online akan membuat guru-guru tidak perlu kuliah di kampus.

" Kalau bisa ramai, agar bisa buat kelas khusus untuk guru-guru dari Kabupaten Beltim. Nanti kita minta guru-guru untuk mensosialisasikan ke siswanya juga," pinta Aan.