JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
KANWIL AGAMA Sumatera Barat tidak sekadar memamerkan produk unggulan daerah. Melalui Kampung Zakat dan Madrasah Aliyah Vokasional, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat membawa pesan penting tentang pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan keterampilan generasi muda, serta penguatan potensi ekonomi berbasis masyarakat.
Pada even Forum Expo Indonesia Ekonomi Syariah 2026, bertempat di arena Masjid Istìqlal, Kanwil Kemenag Sumatera Barat menghadirkan beragam produk hasil pembinaan masyarakat dan peserta didik madrasah. Mulai dari produk jahit, makanan olahan, batik, hingga tenunan khas daerah menjadi bagian dari produk yang ditampilkan kepada para pengunjung.
Kehadiran produk-produk tersebut merupakan representasi konkret dari program pemberdayaan yang dikembangkan Kemenag Sumatera Barat bersama jajaran madrasah dan Kampung Zakat yang dikelola melalui Baznas.
Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Mustafa menjelaskan, partisipasi dalam kegiatan serupa telah dilakukan selama dua tahun terakhir. Keikutsertaannya falam even Forum Expo Indonesia Ekonomi Syariah 2026 sekarang ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan hasil pembinaan sekaligus menunjukkan kontribusi Kementerian Agama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurutnya, program Kampung Zakat memiliki orientasi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi umat. Sementara Madrasah Aliyah Vokasional diarahkan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal memasuki dunia kerja maupun merintis usaha.
“Kalau Kampung Zakat berarti meningkatkan ekonomi umat. Kalau madrasah vokasional artinya anak-anak kita punya keterampilan,” ungkap Mustafa.
Ia menegaskan, pendidikan madrasah tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Peserta didik juga harus memiliki kemampuan dan keahlian yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan.
Dengan bekal keterampilan tersebut, lulusan Madrasah Aliyah diharapkan memiliki alternatif masa depan, terutama bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Ketika anak Aliyah kita tamat belajar, kalau dia tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, anak-anak kita sudah punya skill,” tegasnya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Kemenag Sumatera Barat dalam membangun pendidikan yang lebih aplikatif sekaligus memiliki dampak ekonomi. Madrasah diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan, tetapi juga generasi yang produktif, terampil, dan memiliki daya saing.
Selain menonjolkan aspek pemberdayaan ekonomi dan pendidikan vokasi, stan Kanwil Kemenag Sumatera Barat juga mengangkat kekayaan budaya Minangkabau.
Desain stan yang mengusung karakter arsitektur rumah gadang dengan ciri khas gonjong, dipadukan dengan pakaian adat dan berbagai produk lokal, menjadi representasi identitas Ranah Minang di tengah kegiatan pameran.
Melalui kehadiran stan tersebut, masyarakat dan pengunjung diajak mengenal lebih dekat hasil kreativitas, potensi ekonomi, serta kekayaan budaya Sumatera Barat.
Kanwil Kemenag Sumatera Barat berharap keikutsertaan dalam kegiatan ini dapat membuka ruang promosi lebih luas bagi produk-produk binaan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program pemberdayaan yang dijalankan.
Lebih dari sekadar ajang pameran, partisipasi tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan ekonomi umat, penguatan pendidikan keterampilan, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.
Kemenag Sumatera Barat ingin memastikan bahwa program keagamaan dan pendidikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (f/red)












