PONTIANAK MEDIAKOTA.COM – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan sebanyak 1.220 kilogram beras cadangan pangan kepada warga Kelurahan Sungai Jawi Luar. Bantuan tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang belum memperoleh bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, program beras cadangan pangan merupakan bantuan yang dialokasikan melalui APBD Kota Pontianak dan telah dilaksanakan sejak 2025.
“Ini merupakan penyerahan secara simbolis bantuan beras cadangan pangan. Mudah-mudahan memberikan manfaat kepada penerima, terutama mereka yang selama ini belum menerima bantuan PKH, BPNT maupun bantuan lainnya,” ujarnya Ketika menyerahkan bantuan di Aula Kantor Lurah Sungai Jawi Luar, Selasa (27/10/2026).
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu pembaruan dan sinkronisasi data penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat. Bantuan ini menjadi semakin relevan di tengah adanya pergerakan harga sejumlah komoditas. Gangguan distribusi maupun keterlambatan pasokan bahan bakar juga berpotensi meningkatkan biaya angkut dan berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok.
Karena itu, Pemkot Pontianak melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau perkembangan harga dan pasokan.
“Bagi warga yang memang membutuhkan uluran tangan, kita ingin tetap hadir. Memang bantuan ini sifatnya jangka pendek, tetapi paling tidak dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” katanya.
Selain penyaluran bantuan, Bahasan menekankan pentingnya pemutakhiran data agar program perlindungan sosial semakin tepat sasaran. Pemkot, katanya, terus berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai unsur terkait agar data pemerintah pusat dan daerah semakin sinkron.
“Data memang bukan segala-galanya, tetapi dengan data kita bisa berbuat banyak. Jangan sampai data pusat berbeda dengan kondisi yang kita temukan di daerah,” katanya.
Berbeda dengan sejumlah program bantuan yang menggunakan data pemerintah pusat, bantuan beras cadangan pangan dari APBD Kota Pontianak memungkinkan pemerintah daerah melakukan koordinasi lebih dekat terhadap calon penerima yang belum terakomodasi dalam program bantuan lainnya.
Bahasan menegaskan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama dirinya tidak menginginkan ada warga yang luput dari perhatian hingga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Kita tidak ingin ada warga Pontianak yang sampai tidak makan berhari-hari karena ketidakmampuannya atau ada masyarakat yang sakit dan terlantar tanpa penanganan,” tegasnya.
Karena itu, Pemkot juga menerapkan pola jemput bola dengan melibatkan perangkat daerah, layanan kesehatan, kelurahan serta jaringan RT dan RW untuk memantau kondisi masyarakat.
“Lurah punya jaringan RT dan RW. Tolong terus berkoordinasi agar kondisi masyarakat terpantau, sehingga pemerintah bisa segera action terhadap warga yang memang membutuhkan,” pesannya.
Bahasan berharap penyaluran 1.220 kilogram beras di Sungai Jawi Luar dapat meringankan kebutuhan penerima sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat.
“Yang paling penting bantuan tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.












