Siska A. Yofthie: Ekonomi Kreatif Bukan Sekadar Karya, tetapi Jalan Menuju Pasar Global

JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Ekonomi kreatif bukan sekadar ruang untuk melahirkan karya, melainkan kekuatan ekonomi yang mampu mengangkat identitas bangsa ke panggung dunia. Semangat inilah yang menjadi pijakan Gcraft dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia agar semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar global.

Ketua Gcrafts Kota Bekasi, drg. Siska Yofthie, ketika diwawancra usai perayaan puncak Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) baru-baru ini di Jakarta (24/10) menegaskan bahwa Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) merupakan momentum penting bagi seluruh penggerak ekonomi kreatif di Tanah Air. Peringatan ini menjadi ruang untuk memperkuat semangat, memperluas peluang, sekaligus mendorong karya anak bangsa agar memiliki daya saing di tingkat internasional.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Kawendra, Gcraft membawa semangat Global Indonesia, sebuah visi untuk memperkenalkan potensi Indonesia ke dunia melalui berbagai sektor, mulai dari kuliner, kebudayaan, hingga industri gim.

Menurut Siska, dukungan pemerintah terhadap ekonomi kreatif pada 2026 menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam membangun pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkenalkan kekayaan bangsa kepada masyarakat internasional.
Namun, untuk berkembang dan bersaing di pasar global, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas. Mereka juga membutuhkan perlindungan hukum, kemudahan perizinan, serta akses terhadap layanan yang mendukung keberlanjutan bisnis.

Atas dasar itu, Gcraft mendorong upaya mempermudah pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan perizinan bagi pelaku usaha. Dalam keterangannya, Siska menyampaikan adanya penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk mendukung kemudahan layanan tersebut.

Melalui program Gcraft, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh bantuan pengurusan HAKI dan perizinan secara gratis sesuai dengan ketentuan program yang berlaku. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi hambatan administratif sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya perlindungan terhadap karya dan produk mereka.

Bagi Siska, kemudahan akses seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat. Pelaku usaha harus memiliki kesempatan untuk mengembangkan produk, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan kualitas bisnis tanpa terhambat oleh proses yang tidak mereka pahami.

Ia berharap Gcraft terus berkembang dan semakin luas menjangkau pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah. Dengan kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah, karya-karya lokal diharapkan tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing dan mendapatkan tempat di pasar internasional.

Semangat Global Indonesia yang diusung Gcraft menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya, kreativitas, dan inovasi Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Bagi Gcraft, membawa ekonomi kreatif Indonesia mendunia bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi, dan kemudahan bagi para pelaku usaha untuk berkembang.(f/07)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!