JAKARTA, MEDIAKOTA.COM —
Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan potensi besar di sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Namun, kekayaan alam dan tradisi yang dimiliki daerah tersebut dinilai perlu diimbangi dengan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan akses pasar, serta masuknya investasi agar mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Yohanes Oktovianus, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendukung pengembangan UMKM melalui pembinaan yang melibatkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta instansi terkait di bidang perindustrian dan perdagangan.
Menurut Yohanes, pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan pelaku UMKM daerah, termasuk pengrajin tenun yang memiliki nilai ekonomi sekaligus merepresentasikan identitas budaya NTT.
Potensi tenun NTT, kata dia, bahkan telah menjangkau pasar internasional. Promosi produk tenun disebut pernah dilakukan hingga Belanda dan Prancis, meskipun ia mengaku tidak mengantongi data pasti mengenai jumlah produk maupun capaian pasarnya.
“Pemerintah Provinsi NTT sangat mendukung kegiatan seperti ini dan berterima kasih kepada penyelenggara yang telah memberikan ruang promosi bagi produk daerah,” ujarnya.
Di sektor pariwisata, NTT juga memiliki beragam destinasi unggulan yang menawarkan perpaduan keindahan alam dan kekayaan budaya. Labuan Bajo dengan komodonya, Danau Kelimutu di Ende, bentang alam Sumba, hingga kawasan kepulauan Rote dan Alor menjadi bagian dari potensi yang dapat terus dikembangkan.
Selain panorama alam, tradisi dan kebudayaan masyarakat setempat turut menjadi daya tarik tersendiri. Keunikan tersebut dinilai dapat memperkuat posisi NTT sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman budaya.
### Mengakui Tantangan, Optimistis Menatap Masa Depan
Meski memiliki kekayaan alam dan budaya, Yohanes tidak menampik bahwa NTT masih menghadapi tantangan pembangunan, termasuk persoalan pendapatan masyarakat dan kondisi ekonomi daerah.
Ia mengakui bahwa sejumlah data menunjukkan tantangan tersebut masih nyata. Namun, menurutnya, kondisi itu tidak seharusnya membuat pengembangan potensi daerah berhenti.
Yohanes menilai, kekayaan sumber daya alam, pariwisata, dan budaya yang belum sepenuhnya dikembangkan dapat menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi NTT.
“Kami optimistis karena mempunyai potensi yang sangat bagus. Selama ini masih banyak yang belum dikembangkan. Saya yakin ke depan akan lebih baik,” ungkapnya.
Optimisme tersebut, lanjut dia, perlu disertai langkah konkret untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
### Buka Akses Investasi, Percepat Kemajuan NTT
Bagi Yohanes, salah satu langkah penting untuk mendorong kemajuan NTT adalah memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, dan para investor.
Ia berharap semakin terbuka peluang investasi yang dapat menggerakkan sektor produktif, mengembangkan potensi daerah, serta menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, potensi yang besar perlu didukung akses dan kolaborasi yang memadai agar tidak berhenti sebagai kekayaan alam dan budaya semata, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kita perlu membuka akses bagi seluruh masyarakat dan daerah untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat serta menarik investasi ke NTT agar daerah ini semakin maju,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan NTT membutuhkan lebih dari sekadar promosi. Pembinaan UMKM, perluasan pasar produk lokal, penguatan sektor pariwisata, dan investasi yang tepat sasaran menjadi sejumlah aspek penting yang perlu berjalan beriringan.
Dengan pengembangan yang berkelanjutan, tenun dan produk kreatif NTT diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebanggaan budaya, tetapi juga sumber penghidupan yang mampu memperkuat perekonomian masyarakat. (f/red)












