Dari Pasar Induk Hingga Stadion, Lasarus Tinjau Proyek Strategis Kubu Raya

KUBU RAYA MEDIAKOTA.COM– Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kubu Raya, Senin, 19 Oktober 2026. Didampingi Bupati Kubu Raya, Sujiwo, Lasarus meninjau sejumlah lokasi yang berkaitan dengan pembangunan dan kepentingan masyarakat, mulai dari penghijauan bekas lokasi kebakaran, rencana pembangunan Pasar Induk Melati, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Arang Limbung, hingga rencana pembangunan Stadion Gelora Putra Sang Fajar.

 

Kunjungan kerja diawali dengan kegiatan penanaman pohon bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, komunitas pecinta lingkungan, dan masyarakat. Sebanyak 500 bibit pohon ditanam di sepanjang lahan bekas kebakaran. Bibit yang ditanam antara lain pohon matoa dan berbagai jenis tanaman buah-buahan.

 

Lasarus mengapresiasi inisiatif penghijauan kembali kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran tersebut. Menurutnya, upaya menghijaukan kembali lahan bekas kebakaran merupakan langkah positif yang perlu terus dilakukan.

 

“Ini merupakan inisiatif yang sangat bagus dari Pak Bupati Sujiwo. Bekas lokasi kebakaran kita hijaukan kembali dan ditanami pohon matoa serta aneka pohon buah-buahan,” ujar Lasarus.

 

Dari lokasi penghijauan, kunjungan dilanjutkan ke lokasi rencana pembangunan Pasar Induk Melati Kubu Raya. Lasarus mengatakan pembangunan pasar tersebut mendapat dukungan anggaran dari APBN dan direncanakan membutuhkan anggaran sekitar Rp50 miliar.

 

Untuk tahap awal, telah dialokasikan Rp10 miliar dalam rencana APBN 2027. Selanjutnya, pihaknya akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan anggaran berikutnya agar pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat.

 

“Yang nanti akan kita bangun ini nilainya sekitar Rp50 miliar, tahun ini masuk Rp10 miliar dulu. Nanti kita upayakan sisanya, kalau memungkinkan melalui APBN perubahan,” kata Lasarus.

 

Ia mengatakan pembangunan Pasar Induk Melati merupakan hasil perjuangan bersama anggota DPR RI asal Kalimantan Barat di Komisi V dan Badan Anggaran. Selain Lasarus, terdapat Syarif Abdullah, Boyman Harun, dan Yuliansyah yang turut mendorong pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Kubu Raya.

 

Lasarus juga melihat potensi lokasi pasar yang memiliki akses ke Sungai Kapuas. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dikembangkan sehingga akses menuju pasar nantinya tidak hanya melalui jalur darat, tetapi juga melalui jalur air.

 

Bahkan, rencana pembangunan dermaga akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

 

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan apresiasi kepada Lasarus atas perhatian dan dukungannya terhadap pembangunan Pasar Induk Melati. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan untuk kepentingan masyarakat dapat diperjuangkan tanpa terbatas pada wilayah daerah pemilihan.

 

“Kami atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya, daerah dan pemerintah, mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Lasarus. Sebenarnya ini bukan daerah pemilihan beliau, tetapi beliau memberikan atensi ketika berbicara pembangunan yang kepentingannya untuk publik dan masyarakat,” ujar Sujiwo.

 

Selanjutnya, Lasarus bersama Bupati Sujiwo meninjau pembangunan IPA Arang Limbung yang memiliki kapasitas 2 x 50 liter per detik. Pembangunan sarana penyediaan air bersih tersebut mendapat alokasi anggaran sekitar Rp89 miliar dan ditargetkan mampu melayani sekitar 8.000 sambungan rumah.

 

Lasarus mengatakan pembangunan IPA tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjawab persoalan kebutuhan air bersih di Kabupaten Kubu Raya. Ia mengakui masih terdapat keterlambatan dalam progres pekerjaan. Saat kunjungan, progres pembangunan disebut baru sekitar 7 persen, sementara seharusnya berada di kisaran 14 persen.

 

“Kita push supaya bisa diserap dengan cepat. Jangan sampai nanti terlambat, sayang APBN sudah masuk, terus dana ini tidak bisa diserap. Kita berharap teman-teman dari Cipta Karya mendorong supaya pekerjaan ini cepat dan bisa mengejar progres sesuai waktu pelaksanaan proyek,” tegasnya.

 

Ia berharap pembangunan IPA Arang Limbung dapat selesai pada pertengahan 2027, sekitar Juni atau Juli, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat Kubu Raya, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

 

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lokasi rencana pembangunan Stadion Gelora Putra Sang Fajar. Lasarus mengatakan pembangunan stadion membutuhkan sejumlah kajian, di antaranya kesiapan lokasi, kondisi struktur tanah, akses menuju lokasi, serta aspek konstruksi.

 

Menurutnya, seluruh aspek tersebut perlu dikaji terlebih dahulu sebelum ditentukan apakah lokasi tersebut menjadi titik pembangunan yang paling ideal.

 

“Yang paling penting kesiapan lokasi, kemudian struktur tanahnya sendiri, apakah mendukung atau tidak, kemudian akses menuju lokasi. Itu beberapa hal penting. Kita biarkan studi dulu berjalan. Setelah studinya selesai, baru kita simpulkan titik yang paling ideal,” jelas Lasarus.

 

Sementara itu, Bupati Sujiwo mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menyiapkan lahan sekitar 20 hektare untuk rencana pembangunan stadion tersebut.

 

Ia berharap rencana pembangunan dapat terealisasi sehingga Kubu Raya memiliki stadion yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat.

 

“Kita sudah siap. Areanya 20 hektare dan lahannya cukup bagus. Semoga terwujud agar masyarakat Kubu Raya bisa bangga dengan stadion sendiri,” kata Sujiwo.

Biro Mediakota Kubu Raya: Rendy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!