NANGA PINOH MEDIAKOTA.COM– Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, secara resmi membuka kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026 di Gedung Graha PGRI Melawi, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi bagi para pendidik, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Melawi.
Mengusung tema “Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia”, TPN XIII menghadirkan ratusan guru, kepala sekolah, masyarakat, dan praktisi pendidikan dari berbagai jenjang. Forum ini diharapkan mampu memperkuat jejaring, bertukar pengalaman, serta menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di tengah perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Sekda Melawi, Paulus, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya TPN XIII sebagai ruang pengembangan kompetensi, kreativitas, dan kepemimpinan para pendidik. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan membangun komitmen bersama dalam memajukan pendidikan. Pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, masyarakat, serta organisasi yang bergerak di bidang pendidikan diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Guru tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Guru harus menjadi pelopor perubahan dan pembelajar sepanjang hayat agar mampu menuntun generasi muda menghadapi masa depan dengan optimisme dan kesiapan yang lebih baik,” tegas Paulus.
Paulus juga menekankan bahwa perkembangan teknologi dan transformasi digital merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus direspons secara positif oleh para pendidik. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang kreatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, keberhasilan forum pendidikan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya peserta maupun gagasan yang disampaikan, tetapi juga oleh sejauh mana hasil diskusi dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah. Dengan demikian, TPN XIII diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Melawi.
Selain pengembangan kompetensi, perhatian terhadap keberlangsungan layanan pendidikan di tengah tantangan lingkungan juga menjadi salah satu isu penting dalam pelaksanaan TPN XIII tahun ini.
Kabupaten Melawi masih menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan. Kondisi tersebut menuntut adanya koordinasi dan langkah bersama untuk memastikan keselamatan peserta didik sekaligus menjaga agar hak mereka memperoleh layanan pendidikan tetap terpenuhi.
Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi sangat penting. Kesiapan menghadapi kondisi darurat, penyesuaian metode pembelajaran, serta perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan warga sekolah perlu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan.
Ketua Panitia TPN XIII Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026, Bukhari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan kelima kalinya di Kabupaten Melawi. Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 19–20 Oktober 2026, dengan berbagai agenda yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pendidik dan memperluas ruang kolaborasi lintas sektor.
Sejumlah agenda yang dilaksanakan antara lain Bincang Pendidikan dengan narasumber dari unsur pemerintah daerah, organisasi pendidikan, akademisi, dan lembaga pendidikan. Kegiatan juga dilengkapi Kelas Kompetensi, Kelas Pemimpin, Kelas Pendidik, demonstrasi murid melalui panggung kreasi dan potensi murid, serta Cerdas Cermat bagi para pendidik.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana berbagi praktik baik, memperluas wawasan, serta mendorong lahirnya pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan peserta didik.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan TPN XIII juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan beasiswa dan alat tulis kepada siswa dari berbagai lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP sederajat di Kabupaten Melawi sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan pendidikan peserta didik.
Melalui pelaksanaan TPN XIII, Pemerintah Kabupaten Melawi berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara seluruh unsur pendidikan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga mendorong agar berbagai gagasan dan praktik baik yang dihasilkan melalui forum ini dapat ditindaklanjuti secara konkret di sekolah masing-masing, sehingga memberikan manfaat nyata bagi peserta didik serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Melawi.
M.Fadli












