JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,—
Inovasi produk pangan berbasis hasil laut terus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar yang lebih luas. Salah satunya dilakukan Ramon Siubelan melalui Myron Food, merek kuliner asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menghadirkan rendang berbahan dasar ikan tuna dengan racikan bumbu lokal khas Kupang.
Berbeda dari rendang yang selama ini identik dengan daging sapi dan kuliner Sumatra, Myron Food menawarkan alternatif berbahan hasil laut. Produk tersebut dikembangkan dengan mengadaptasi resep warisan nenek Ramon, kemudian dipadukan dengan kreativitas pengolahan pangan untuk menghasilkan produk yang memiliki identitas lokal.
Ramon memperkenalkan produk unggulannya dalam ajang pameran perdagangan di Jakarta.
Keikutsertaan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti pameran dagang di ibu kota, meskipun ia telah beberapa kali berpartisipasi dalam pameran perdagangan di Dili, Timor Leste.
Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Myron Food untuk memperluas jaringan pemasaran dan memperkuat posisi produknya di pasar regional.
“Untuk di Jakarta, ini pertama kali. Namun, saya sudah sering mengikuti pameran perdagangan di Timor Leste dan menjadi eksportir tetap ke sana,” ujar Ramon.
Mengembangkan Potensi Hasil Laut NTT
Menurut Ramon, gagasan mengembangkan rendang tuna berangkat dari potensi sumber daya laut NTT yang melimpah. Potensi tersebut dinilai dapat diolah menjadi produk pangan bernilai tambah sekaligus memperkenalkan kekhasan kuliner daerah kepada pasar yang lebih luas.
Saat ini, Myron Food memiliki dua varian rendang tuna, yakni original dan kelor. Varian kelor memanfaatkan moringa atau daun kelor, tanaman yang dikenal luas di kawasan NTT.
Untuk sementara, rendang tuna masih menjadi produk utama yang dikembangkan Myron Food. Produk tersebut dipasarkan dengan harga Rp50.000 untuk pembelian di lokasi pameran, sedangkan harga bagi reseller di Kupang dapat berbeda.
Dari sisi pemasaran, produk Myron Food telah menjangkau sejumlah wilayah di NTT, Pulau Jawa, dan Timor Leste. Ke depan, Ramon ingin memperluas jangkauan distribusi melalui kemitraan dengan reseller serta pelaku usaha yang memiliki visi pengembangan bisnis bersama.
Ia berharap ajang pameran perdagangan tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan produk, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan.
“Saya mencari reseller yang mau bekerja sama untuk mengembangkan produk ini. Harapannya, kami bisa bertemu dengan mitra bisnis dan bersama-sama mengembangkan ekonomi Indonesia,” katanya.
Kemasan Praktis dan Pengembangan Pasar Ekspor
Myron Food menggunakan kemasan standing pouch berbahan aluminium foil untuk produk rendang tuna.
Ramon menyebutkan, produk dapat bertahan sekitar lima bulan apabila disimpan di dalam kulkas, sedangkan pada suhu ruang daya simpannya sekitar satu minggu.
Ia juga menyampaikan bahwa produknya dibuat tanpa bahan pengawet serta telah memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal, sebagaimana keterangan yang disampaikan saat wawancara.
Meski demikian, informasi mengenai masa simpan, petunjuk penyimpanan, serta status perizinan dan sertifikasi perlu dipastikan melalui label produk dan dokumen resmi untuk memberikan kepastian kepada konsumen.
Di tengah upaya memperkuat pasar yang sudah ada, Australia menjadi salah satu negara yang ingin dijajaki Ramon untuk pengembangan bisnis berikutnya.
Ia melihat peluang tersebut sejalan dengan potensi hubungan ekonomi kawasan yang menghubungkan Kupang, Darwin, dan Timor Leste. Namun, rencana memasuki pasar Australia masih bergantung pada terbukanya peluang dan kesiapan pengembangan usaha.
Bagi Ramon, pengembangan Myron Food bukan semata-mata tentang menjual produk makanan, melainkan juga membangun nilai ekonomi dari potensi daerah.
Melalui rendang tuna, ia berupaya menunjukkan bahwa kekayaan hasil laut NTT dapat diolah menjadi produk dengan identitas lokal dan peluang pasar lintas negara.
Langkah selanjutnya adalah memperluas jaringan distribusi, membangun kemitraan bisnis, serta memperkuat kesiapan produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (f/red)












