Kobar Api Dekati Pemukiman Kelapa Kampit, Sinergi TNI-Warga Kepung Karhutla 4 Hektar

BELITUNG TIMUR – Kepulan asap tebal tiba-tiba membubung tinggi dan mencekam warga di sekitar Jalan Buding, RT 4 Dusun Buding, Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur. Sebuah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat melanda kawasan tersebut dan dengan cepat merembet ke arah perumahan warga. Senin (12/10/2026).

Peristiwa yang terjadi pagi hari ini pertama kali diketahui setelah seorang warga bernama Totok melihat kobaran api yang mendadak membesar di area hutan. Panik melihat arah angin yang membawa lidah api mendekati pemukiman, ia langsung menghubungi aparat berwenang.

Mendapat laporan darurat pukul 09.30 WIB, Anggota Koramil 414-05/Kelapa Kampit, Sertu I Kadek Edi P., langsung bergerak cepat. Hanya dalam waktu 10 menit, Babinsa bersama Satgas Desa Buding langsung mengomandoi gerakan tanggap darurat di lapangan.

“Sumber api pertama belum diketahui pasti dari mana asalnya. Namun yang menjadi prioritas utama kami saat itu adalah menyelamatkan rumah-rumah warga karena api terus meluas dengan cepat,” ungkap Sertu I Kadek Edi dalam laporannya.

Menyadari besarnya skala kebakaran yang melahap sekitar 4 hektar lahan, aksi saling bahu-bahu pun tercipta. Tidak hanya TNI dan masyarakat setempat, bantuan armada tempur pemadam kebakaran langsung dikerahkan secara masif oleh pihak swasta. Tim Damkar dari PT Parit Sembada, PT Rabinmas Jaya, dan PT AKP menerjunkan sedikitnya 3 unit kendaraan roda enam, 3 unit pompa portabel, serta puluhan set selang pemadam.

Sekitar 25 orang personel gabungan bertarung melawan cuaca dan pekatnya asap di garis depan. Setelah berjibaku selama lebih dari tiga jam, perimeter pemukiman akhirnya berhasil diamankan. Pada pukul 12.50 WIB, seluruh titik api dalam radius 200 meter dari jalan raya dan rumah warga berhasil dipadamkan total.

Meski pemukiman warga dipastikan telah aman dari ancaman api, perjuangan tim di lapangan belum sepenuhnya usai. Hingga siang ini, beberapa titik api (hotspot) di bagian dalam hutan dilaporkan masih menyala. Petugas gabungan menghadapi kendala berat berupa tidak adanya akses jalan untuk masuk lebih dalam ke area hutan, ditambah dengan keterbatasan panjang selang air yang dimiliki.

Saat ini, pemantauan ketat terus dilakukan oleh Babinsa dan Satgas Desa Buding untuk memastikan sisa-sisa bara api di tengah hutan tidak kembali melompat dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!