Manggar, Belitung Timur – Langit Manggar sore ini menjadi saksi momentum krusial yang menggetarkan markas komando. Polres Belitung Timur menggelar upacara akbar terpadu yang memadukan tiga dinamika besar sekaligus: rotasi taktis garis depan komando lewat Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kabag Ops, selebrasi kehormatan bagi personel berprestasi, hingga eksekusi dingin barisan sanksi lewat Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Jum’at (9/10/2026) pukul 08.00 WIB.
Upacara yang sarat akan pesan integritas tanpa kompromi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Belitung Timur, AKBP Dr. Husni Tamrin, S.T., S.H., M.Hum., di hadapan jajaran Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personel.
Ketukan genderang mutasi memulai jalannya upacara saat tongkat komando Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Belitung Timur resmi bergeser dari Kompol Nannang Suwardi, S.H., kepada AKP Kardonetso Siagian, S.H. Pergantian ini bukan sekadar rotasi formal di atas kertas, melainkan langkah strategis dalam dinamika organisasi Polri untuk menyuntikkan energi penyegaran, membuka gerbang pengembangan karier, serta mendongkrak profesionalisme personel di lini operasional.
Melalui komando baru ini, AKP Kardonetso diamanahkan untuk bergerak cepat melanjutkan program kerja yang telah berjalan, memperketat koordinasi lintas fungsi, serta mempertajam kalkulasi taktis operasional demi menjaga stabilitas kamtibmas di seluruh sudut hukum di Belitung Timur.
Atmosfer lapangan upacara seketika berubah penuh kebanggaan saat jajaran personel pilihan melangkah maju ke episentrum lapangan. Mereka adalah para penerima penghargaan yang berhak atas apresiasi tertinggi institusi atas dedikasi tanpa batas, loyalitas mutlak, dan kinerja luar biasa melampaui panggilan tugas kepolisian.
Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan konkret atas tetesan keringat dan kontribusi nyata mereka dalam mengawal keamanan sekaligus menjaga muruah institusi Polri. Lebih dari sekadar seremonial, penghargaan ini dirancang sebagai pemantik motivasi bagi seluruh personel agar terus mengasah profesionalisme, mempertebal kedisiplinan, dan menaikkan standar kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui perayaan prestasi ini, Polres Belitung Timur mengirimkan pesan kuat akan pentingnya atmosfer kerja yang kompetitif dan positif, sekaligus menjadi komitmen jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas tinggi, dan tepercaya.
Namun, roda keadilan organisasi segera menunjukkan sisi tegasnya yang paling dingin. Suasana mendadak hening mencengangkan saat upacara berlanjut ke prosesi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap personel yang terbukti melakukan pelanggaran berat.
Langkah pemecatan ini menjadi bukti nyata ketegasan institusi Polri yang tidak akan pernah menoleransi pembangkangan terhadap aturan, disiplin, maupun kode etik profesi kepolisian. Pelaksanaan upacara PTDH ini menegaskan pesan moral yang absolut : siapa pun yang memakai seragam Korps Bhayangkara wajib menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat tanpa terkecuali.
Tindakan hukum yang diambil berdasarkan keputusan berkekuatan tetap ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh personel agar senantiasa menjaga sikap, perilaku, serta tanggung jawab di lapangan. Lewat tindakan pembersihan internal ini, Polres Belitung Timur membuktikan bahwa pengawasan ketat dan pembinaan moral terus berjalan demi menjaga kesucian nama institusi.
Dalam amanat pemungkasnya yang membakar semangat, Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan pengabdian perwira lama serta para personel yang berprestasi, sembari meminta pejabat baru untuk langsung bekerja tanpa jeda.
Beliau dengan tegas mengingatkan seluruh personel yang berdiri di lapangan bahwa seragam yang mereka kenakan membawa amanah besar rakyat. Setiap anggota diwajibkan menaati peraturan tanpa celah dan memberikan pelayanan terbaik demi menjaga tingkat kepercayaan publik yang mutlak terhadap Polri.
Upacara terintegrasi ini pun ditutup dengan doa bersama, mengunci komitmen kolektif Polres Belitung Timur untuk melangkah maju dengan mesin operasional yang lebih segar, bersih, dan bertaji solid.












