Sinergi TNI, Swasta, dan Warga Taklukkan Karhutla 1,5 Hektare di Kelapa Kampit, Api Masih Mengincar Gunung Kik Karak

BELITUNG TIMUR – Ketegangan menyelimuti warga Jl. Bukit Pangkuan RT 5 Dusun Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, pada Kamis (1/10/2026) siang. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat tiba-tiba berkobar dan meluas dengan cepat, mengancam area permukiman warga setempat.

Peristiwa bermula sekitar pukul 10.25 WIB saat seorang warga bernama Andi melihat kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dari arah lahan. Panik melihat pergerakan api yang tidak terkendali, ia langsung menghubungi Babinsa Desa Senyubuk, Sertu I Kadek Edi P.

“Penyebab pasti sumber api belum diketahui. Namun, kondisi angin dan vegetasi yang kering membuat api meloncat sangat cepat ke arah rumah-rumah warga,” ujar Sertu I Kadek Edi.

Menyadari ancaman di depan mata, aksi tanggap darurat segera digerakkan. Tepat pukul 10.30 WIB, Sertu I Kadek Edi bersama Kepala Dusun dan sekitar 20 warga setempat langsung bahu-membahu mengepung titik api. Tak lama berselang, bantuan krusial tiba dari Tim Damkar PT Stalindo Wahana Perkasa (PT SWP) serta personel Polsek Kelapa Kampit.

Sinergi lintas unsur ini mengerahkan armada tempur pemadam, mulai dari satu unit truk roda 6 berkapasitas 5.000 liter air, satu unit pompa air portabel, hingga puluhan set selang pemadam. Di bawah cuaca yang menyengat, tim gabungan bertaruh waktu memutus lidah api agar tidak menjilat garis permukiman.

Setelah hampir dua jam berjuang melawan kepungan asap dan hawa panas, tepat pada pukul 12.40 WIB, tim berhasil mengamankan perimeter penting. Api di radius 200 meter dari permukiman berhasil dijinakkan secara total. Kendati demikian, sekitar 1,5 hektare lahan telah hangus menjadi arang.
Meski permukiman warga telah dinyatakan aman dan tidak ada bangunan yang terdampak, perjuangan rupanya belum sepenuhnya usai.
Hingga berita ini diturunkan, sisa-sisa api dilaporkan masih menjalar ke arah atas Gunung Kik Karak.

Tim gabungan di lapangan kini harus memutar otak untuk melakukan pemadaman lanjutan. Medan yang terjal membuat akses jalan sulit ditembus kendaraan, ditambah lagi keterbatasan panjang selang air yang menjadi kendala utama untuk menjangkau titik api di atas gunung. Petugas dan masyarakat tetap bersiaga guna mengantisipasi pergerakan api agar tidak meluas lebih jauh ke area hutan Gunung Kik Karak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!