Pemkab Melawi Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 14 Hari, Perkuat Penanganan dan Perlindungan Masyarakat

NANGA PINOH MEDIAKOTA.Com– Pemerintah Kabupaten Melawi memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 14 hari ke depan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi penanganan karhutla yang menunjukkan bahwa sejumlah wilayah masih memerlukan pengawasan dan tindakan di lapangan, sementara kondisi kualitas udara dan potensi cuaca kering masih menjadi perhatian.

 

Perpanjangan status tanggap darurat tersebut ditetapkan oleh Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, dalam rapat evaluasi penanganan karhutla yang berlangsung di Posko Terpadu Penanganan Karhutla, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, Selasa (29/9/2026).

 

Rapat evaluasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, para camat, TNI, Polri, BMKG, KPH, relawan, serta unsur terkait lainnya.

 

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menyampaikan bahwa keputusan perpanjangan masa tanggap darurat diambil setelah mendengarkan laporan Kepala Posko, paparan Kepala BPBD, serta masukan dari berbagai instansi teknis dan unsur yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.

 

Berdasarkan hasil evaluasi, penanganan karhutla di Kabupaten Melawi masih harus dilanjutkan. Kondisi kualitas udara masih menjadi perhatian, sejumlah titik dan wilayah masih membutuhkan pengawasan serta tindakan lapangan, sementara hujan yang telah turun belum cukup untuk memastikan ancaman kebakaran benar-benar berakhir. Selain itu, prakiraan BMKG mengenai berlanjutnya kondisi kering turut menjadi pertimbangan dalam menjaga kesiapsiagaan.

 

“Keputusan hari ini terutama didasarkan pada kejadian, dampak, dan kebutuhan penanganan yang masih berlangsung. Perpanjangan ini harus menghasilkan tindakan yang lebih terarah, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan,” tegas Bupati.

 

Berdasarkan ringkasan laporan penanganan karhutla BPBD Kabupaten Melawi periode Januari hingga 28 September 2026, tercatat sebanyak 49 laporan atau penanganan kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas terdampak mencapai 5.473,808 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan.

 

Kecamatan Pinoh Utara tercatat sebagai wilayah dengan luas terdampak terbesar, yakni 3.189 hektare, disusul Kecamatan Nanga Pinoh seluas 963,008 hektare dan Kecamatan Belimbing seluas 670 hektare. Selanjutnya, Belimbing Hulu tercatat 200 hektare, Ella Hilir 198 hektare, Tanah Pinoh 98 hektare, Pinoh Selatan 74 hektare, Menukung 68 hektare, dan Sayan 13,8 hektare.

 

Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanganan, pencegahan, serta perlindungan masyarakat di wilayah terdampak.

 

Dalam mendukung penanganan karhutla, Pemerintah Kabupaten Melawi juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan pada masa tanggap darurat pertama selama 76 hari. Selain itu, pemerintah pusat juga telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp10 miliar yang direncanakan untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran, peralatan pemadaman, tangki air, mobil operasional, alat kesehatan, serta bantuan sembako.

 

Bantuan tersebut dialokasikan melalui enam perangkat daerah sesuai dengan tugas dan kebutuhan masing-masing. Bupati meminta agar seluruh perangkat daerah memastikan pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran maupun bantuan tersebut berjalan tepat sasaran, terkoordinasi, tercatat, serta dapat dipertanggungjawabkan.

 

Bupati juga menginstruksikan agar evaluasi lanjutan dilaksanakan pada hari ketujuh masa perpanjangan dan kembali dilakukan sebelum hari keempat belas. Melalui evaluasi tersebut, BPBD diminta menyampaikan perkembangan penanganan, kondisi yang telah terkendali, kendala yang dihadapi, serta rekomendasi terkait status penanganan selanjutnya. Apabila terjadi perubahan situasi, keputusan akan disesuaikan berdasarkan bukti dan kondisi terbaru di lapangan.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan karhutla, mulai dari pemerintah pusat dan provinsi, DPRD, TNI dan Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat yang telah bekerja sama dalam upaya pemadaman, pemantauan, pelayanan kesehatan, dan pendampingan warga.

 

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Melawi untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan menghindari kegiatan pembakaran yang dapat memicu kebakaran, menjaga lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap yang mencurigakan.

 

“Perpanjangan tanggap darurat ini adalah waktu kerja yang harus digunakan sebaik-baiknya. Saya meminta seluruh unsur bergerak secara terpadu, melaporkan keadaan dengan jujur, dan menempatkan keselamatan warga serta petugas sebagai prioritas,” tutupnya.

M.Fadli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!