Manggar, Belitung Timur – Komitmen aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam memberantas praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi benar-benar dibuktikan secara nyata. Pasca peninjauan kartu kendali di SPBU Padang, Kecamatan Manggar, aksi sidak dadakan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Belitung Timur, AKBP Dr. Husni Tamrin, S.T., S.H., M.Hum. bersama Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, serta unsur Forkopimda dan Rafli Alhaq, Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Bangka Belitung dari PT Pertamina Patra Niaga membuahkan hasil signifikan
Petugas gabungan yang menyisir area tersembunyi di sekitar radius SPBU berhasil membongkar modus operandi para “pengerit”. Di sebuah area semak-semak yang terletak persis di belakang warung warga, tim menemukan tumpukan jeriken (diregen) yang sengaja disembunyikan agar luput dari pandangan petugas. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, beberapa jeriken ditemukan dalam kondisi sudah terisi penuh oleh BBM hasil pengeritan berulang, sementara belasan lainnya baru dipersiapkan untuk menampung BBM operan.
Melihat langsung taktik licik para pelaku di balik semak-semak tersebut, Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin langsung menunjukkan reaksi keras dan ketegasan yang tak berkompromi. Wajahnya tampak mengeras saat menyaksikan tumpukan jeriken yang menyabotase hak masyarakat kecil tersebut.
“Sita semua barang bukti ini tanpa terkecuali! Angkut ke Mapolres!” perintah AKBP Dr. Husni Tamrin dengan nada tinggi dan tegas kepada personelnya di lokasi.
Ia menegaskan bahwa tindakan para pengerit ini merupakan pembangkangan hukum yang nyata di tengah upaya pemerintah menertibkan distribusi BBM lewat kartu kendali.
“Kami tidak akan main-main. Siapa pun yang mencoba bermain mata atau mencari celah hukum dengan menyembunyikan jeriken seperti ini akan kami sikat. Tindakan tegas di tempat ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk melindungi hak masyarakat,” cetusnya.
Tak hanya menyasar tumpukan jeriken, ketegasan juga ditunjukkan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Belitung Timur. Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Beltim, AKP Laury Tessalonica Lawdia, S.Tr.K., S.I.K., petugas di lapangan juga bergerak menyisir dan langsung melakukan penindakan serta pengangkutan terhadap sejumlah sepeda motor dengan tangki yang telah dimodifikasi
Motor-motor modifikasi milik para pengerit ini disinyalir kuat sengaja diubah kapasitas tangkinya agar bisa menyedot BBM bersubsidi dalam jumlah berkali-kali lipat melebihi batas wajar kendaraan standar. Langkah taktis dari jajaran Satlantas ini mempersempit ruang gerak para pelaku yang kerap memicu antrean panjang dan kemacetan di area luar SPBU.
Senada dengan Kapolres, Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, juga merespons dengan nada tinggi. Ia menyatakan bahwa tindakan spekulan ini telah mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat yang membutuhkan BBM bersubsidi.
“Penemuan tumpukan jeriken di semak-semak ini menjadi bukti nyata masih ada oknum yang sengaja mencari keuntungan pribadi di atas kesulitan masyarakat banyak. Pemerintah Daerah bersama Forkopimda tidak akan menoleransi praktik curang seperti ini,” ujar Khairil Anwar dengan tegas.
Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi agar SPBU berfungsi merata bagi seluruh warga, bukan tempat kulakan para spekulan.Seluruh barang bukti berupa puluhan jeriken berisi BBM, jeriken kosong, hingga unit sepeda motor bertangki modifikasi kini telah diamankan dan diangkut menggunakan kendaraan operasional petugas menuju Mapolres Belitung Timur guna penyelidikan, penilangan, dan pelacakan lebih lanjut. Penertiban skala besar ini menjadi sinyal peringatan keras bahwa pengawasan kini telah bergeser total ke luar pagar dan lingkungan sekitar pangkalan pengisian.












