BKMT Merauke Puas Kepemimpinan Syifa Fauzia, Dorong Perhatian Lebih Besar untuk Papua Selatan

Dari Merauke, BKMT Titip Pesan untuk Syifa Fauzia: Jangan Lupakan Daerah Terluar

JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,—
Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Merauke menyatakan kepuasannya terhadap kepemimpinan Ketua Umum BKMT, Syifa Fauzia. Pemerataan perhatian terhadap daerah dinilai telah berjalan, meski masih ada sejumlah kebutuhan yang perlu diperkuat, khususnya bagi wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) dan kawasan terluar.

Ketua PD BKMT Kabupaten Merauke, Efi Ernawati Christina, S.H., M.H., mengatakan kepemimpinan Syifa Fauzia selama ini mendapat respons positif dari BKMT Merauke.

“Untuk kepemimpinan Ibu Syifa Fauzia, kami sangat puas. Artinya, pemerataan itu terjadi,” ujar Efi.
Namun, Efi berharap ke depan BKMT semakin memberi perhatian kepada provinsi-provinsi baru hasil pemekaran, termasuk Papua Selatan yang saat ini masih menghadapi proses penyesuaian kelembagaan.
Menurutnya, sebagai provinsi DOB, Papua Selatan membutuhkan dukungan agar perkembangan organisasi BKMT di daerah dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan kondisi wilayah setempat.

“Kami adalah provinsi DOB baru. Ke depan kami berharap daerah-daerah DOB, provinsi-provinsi baru, bisa disupport,” ucap Efi kepada media baru-baru ini (24/9) di Asrama Haji, Embarkasi, Pd Gde, Jakarta Timur.

Efi juga menitipkan harapan agar Syifa Fauzia dapat memberikan perhatian langsung kepada wilayah kepulauan dan daerah terluar seperti Papua Selatan.

Ia menyebut perkembangan BKMT di Papua Selatan, khususnya di Merauke, terus menunjukkan pertumbuhan. Karena itu, kehadiran langsung pimpinan pusat di tengah jamaah dinilai akan memberikan dorongan tersendiri bagi pengembangan organisasi.

“Kami berharap suatu saat Ibu Syifa juga bisa turun langsung bertemu dengan jemaah BKMT yang ada di Merauke,” tuturnya.

Saat ini, BKMT Kabupaten Merauke telah menaungi sekitar 40 lebih majelis taklim. Dari empat kabupaten yang ada di Papua Selatan, baru dua kabupaten yang telah membentuk kepengurusan BKMT.
Efi menjelaskan, proses pembentukan kepengurusan di daerah lainnya masih menyesuaikan dengan aturan organisasi dan ketentuan dalam AD/ART BKMT.

“Kami masih mengkaji dan menyesuaikan dengan aturan yang ada. Tentunya kita tidak keluar dari AD/ART,” ujarnya.

Keterbatasan jarak juga menjadi tantangan tersendiri bagi BKMT Merauke untuk mengikuti berbagai agenda organisasi di tingkat nasional. Dalam kegiatan kali ini, misalnya, delegasi dari Merauke yang hadir hanya empat orang.
“Memang kami adalah provinsi terjauh dengan harga tiket termahal,” kata Efi.

Meski demikian, kondisi geografis tersebut tidak menyurutkan semangat BKMT Merauke untuk terus berkembang dan memperkuat jaringan majelis taklim di Papua Selatan.

Bagi BKMT Merauke, perhatian terhadap daerah terluar bukan sekadar persoalan kehadiran organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan perkembangan BKMT dapat dirasakan secara lebih merata hingga wilayah Indonesia paling timur. (f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!