JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,—
Inovasi teknologi terapan TNI Angkatan Darat kembali ditampilkan dalam ajang TNI Fair yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, 19–20 September 2026.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung di stan Teritorial TNI AD adalah Prototipe Kontainer Motor Modular untuk penanganan awal bencana. Perangkat ini dirancang untuk ditarik menggunakan sepeda motor operasional Bintara Pembina Desa (Babinsa), sehingga dapat menjangkau lokasi bencana yang sulit dimasuki kendaraan roda empat.
Mayor Bagyo mengatakan, produk yang ditampilkan di stan Teritorial TNI AD merupakan hasil inovasi para Babinsa dari sejumlah Kodam serta produk UMKM dari berbagai wilayah Indonesia.
“Produk yang dipamerkan di stand Teritorial TNI AD ada berbagai macam inovasi yang dibuat oleh para Babinsa dari Kodam Jaya, Kodam II/Sriwijaya, Kodam III/Siliwangi dan produk UMKM dari seluruh Kodam di Indonesia,” ujar Bagyo.
Menurutnya, selain produk pertanian, kosmetik dan kebutuhan rumah tangga, turut dipamerkan berbagai produk terkait penanggulangan bencana, termasuk Kontainer Motor Modular hasil Litbanghan Pusterad tahun 2025.
Dirancang untuk Bergerak Cepat
Kontainer modular tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan penanganan awal bencana, terutama pada kawasan padat penduduk yang memiliki akses terbatas bagi kendaraan berukuran besar.
Dalam kondisi seperti kebakaran permukiman, pohon tumbang maupun kejadian darurat lainnya, Babinsa yang berada di wilayah binaan dapat menjadi salah satu unsur yang lebih dahulu tiba di lokasi.
“Fungsi dari alat ini adalah untuk membantu masyarakat dalam penanganan bencana skala kecil. Secara teknis sarana ini ditarik dengan motor operasional Babinsa. Di dalam alat ini tersimpan tool kit yang disediakan untuk menangani kebencanaan tersebut,” jelasnya.
Salah satu perangkat utama yang tersedia adalah pompa sedot dan semprot air. Pompa tersebut dapat digunakan dengan memanfaatkan sumber air terdekat, seperti sumur, selokan maupun genangan, kemudian air disemprotkan untuk membantu menangani titik api.
Kontainer juga dilengkapi gergaji mesin (chainsaw) untuk membantu penanganan pohon tumbang, golok kerja serta kotak obat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPKB) untuk memberikan bantuan awal kepada masyarakat yang mengalami luka ringan.
Menariknya, desain kontainer tersebut juga dikembangkan agar dapat dimobilisasi dan mengapung saat menghadapi kondisi perairan atau banjir.
Masih Berstatus Prototipe
Meski memiliki sejumlah fungsi lapangan, Kontainer Motor Modular tersebut saat ini masih berada pada tahap prototipe.
Pusterad baru memproduksi satu unit untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan. Prototipe tersebut telah menjalani uji fungsi, namun belum memasuki tahap sertifikasi.
“Ini hanya masih dibuat satu unit karena bentuknya masih prototipe hasil penelitian. Saat ini sudah dilaksanakan uji fungsi dan belum sampai ke tahap sertifikasi,” kata Bagyo.
Produksi lebih lanjut nantinya akan bergantung pada hasil pengujian dan keputusan komando atas setelah seluruh tahapan sertifikasi terpenuhi.
Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan arah pengembangan perlengkapan TNI yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan operasional, tetapi juga diarahkan untuk mendukung masyarakat ketika menghadapi situasi darurat di wilayah binaan.
Bagyo berharap pengembangan inovasi seperti ini dapat terus dilakukan sehingga TNI semakin responsif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“TNI harus terus maju menjadi institusi yang semakin profesional, responsif dan peka terhadap kesulitan masyarakat, terintegrasi dengan seluruh komponen bangsa, dilengkapi dengan perlengkapan yang modern dan mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan,” pungkasnya. (f/red)












