13 Tahun Terisolasi dalam Keterbatasan, Senyum Ibu Asih Merekah Saat TNI Robohkan Dinding Rumahnya

GANTUNG — Selama lebih dari satu dekade, sebuah gubuk reyot yang berdiri sunyi di pelosok Dusun Jaya, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, menjadi saksi bisu perjuangan hidup sepasang suami istri. Jauh dari hiruk-pikuk tetangga, Bapak Asmawi dan Ibu Asih harus bertahan hidup selama 13 tahun di area terpencil yang berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat perkampungan warga.

Bukan perkara mudah hidup dalam kesunyian hutan pelosok, terlebih kondisi tempat bernaung mereka kian hari kian mengkhawatirkan. Atap bocor saat hujan deras dan dinding kayu yang mulai lapuk dimakan usia menjadi santapan sehari-hari. Beruntung, jeritan hati yang sunyi itu akhirnya terdengar sampai ke telinga para prajurit TNI.

Pada Kamis (30/07/2026), keheningan di sekitar kediaman Bapak Asmawi mendadak pecah oleh suara riuh tawa dan ketukan palu. Puluhan personel dari Koramil 414-03/Gantung yang dipimpin langsung oleh PJ Danramil Pelda Aripianto, datang membawa harapan baru. Tak sendiri, para Babinsa juga menggandeng warga sekitar untuk bahu-membahu merobohkan dan membangun kembali rumah layak huni bagi keluarga tersebut.

“Ini bukan sekadar tugas, tapi panggilan hati. Kami melihat langsung bagaimana kondisi rumah Ibu Asih yang sudah sangat tidak layak. TNI lahir dari rakyat, dan sudah kewajiban kami untuk berada di garda terdepan saat rakyat membutuhkan bantuan,” ujar Pelda Aripianto di sela-sela kegiatan gotong royong.

Aksi bedah rumah ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar jargon di atas kertas. Di bawah terik matahari, para prajurit berpakaian loreng bersama warga kompak mengangkat kayu, memaku atap, dan memperkokoh dinding rumah yang baru.

Bagi Ibu Asih, kehadiran rombongan Koramil Gantung bak mukjizat yang datang di waktu yang tepat. Isak tangis haru tak bendung lagi saat ia melihat tempat tinggalnya perlahan berubah menjadi lebih kokoh dan aman. Setelah 13 tahun dihantui rasa cemas setiap kali angin kencang menerjang, kini ia dan suaminya bisa bernapas lega.

Melalui aksi nyata ini, Koramil 414-03/Gantung kembali menegaskan bahwa jarak yang jauh dan akses yang sulit bukanlah penghalang bagi pengabdian seorang prajurit kepada masyarakat binaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!