Lalang, Belitung Timur – Ratusan pasang mata jamaah tampak larut dalam kekhusyukan saat ruang utama Masjid Nurul Iman, Desa Lalang, dipenuhi gema selawat nabi. Momentum peringatan hari lahir Baginda Nabi Muhammad SAW kali ini dimanfaatkan secara mendalam oleh masyarakat setempat untuk meresapi kembali esensi hidup bertetangga melalui sebuah tema besar: Teladani Akhlaknya, Wujudkan Maulid Nabi Muhammad SAW Guna Tingkatkan Keimanan dan Ukhuwah Islamiyah. Sabtu (5/9/2026).
Perayaan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Beltim Kamarudin Muten yang diwakili oleh Camat Manggar Suharman, S.H , Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur Fezzi Uktolseja, Anggota DPRD Beltim Akhiruddin serta Kepala Desa Lalang Muhammad beserta BPD dan jajarannya, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan lainnya. Kehadiran para pimpinan daerah dan wilayah ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial di tingkat akar rumput, yang disambut hangat oleh jajaran pengurus masjid di bawah pimpinan Ketua DKM Nurul Iman Desa Lalang, Sumarpriyudi, S.TP.
Acara diawali dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, H. Harjasmi. Dalam penyampaiannya, H. Harjasmi menghaturkan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran para tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kepada jajaran pengurus DKM Masjid Nurul Iman beserta segenap jemaah Desa Lalang yang telah bahu-membahu menyukseskan acara ini.
Suasana semakin khidmat saat Camat Manggar, Suharman, S.H., naik memberikan sambutan resmi mewakili Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten. Dalam penyampaiannya, Camat Manggar menyampaikan salam hangat sekaligus pesan dari Bupati Beltim yang mengapresiasi kerukunan warga Desa Lalang yang terus terjaga lewat kegiatan syiar keagamaan seperti ini. Kehadiran pemerintah di tengah-tengah jemaah menegaskan pentingnya sinergi yang solid demi mewujudkan wilayah yang aman, agamis, dan harmonis.
Kekhidmatan acara kian memuncak saat Ustadz Qoriza Saumiddin Lubis, S.Sos. naik ke atas mimbar untuk menyampaikan ceramah keagamaan. Dalam tausiyahnya, Ustadz Qoriza mengajak jamaah untuk tidak hanya menjadikan Maulid Nabi sebagai sebuah perayaan semata, tetapi menjadikannya momentum untuk semakin mengenal, mempelajari sejarah kehidupan, dan mencintai Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, salah satu cara menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW adalah dengan mempelajari sirah atau sejarah kehidupan beliau, termasuk bagaimana Rasulullah SAW lahir, menjalani kehidupan, serta menunjukkan akhlak yang mulia.
“Bagaimana cara kita supaya bisa menyukai Nabi Muhammad SAW? Kita belajar tentang sirah dan kisah sejarah Nabi Muhammad SAW, bagaimana lahirnya, bagaimana kehidupannya dan akhlaknya,” tutur Ustadz Qoriza.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mengenalkan sosok Rasulullah SAW kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, anak-anak perlu didekatkan dengan sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW agar tumbuh rasa cinta yang kuat di dalam hati mereka.
“Kita harus mengenalkan Nabi Muhammad SAW kepada generasi-generasi kita, khususnya anak-anak. Kita ajarkan tentang sirah, sejarah, dan kehidupan Rasulullah SAW, sehingga mereka tidak hanya mengenal, tetapi juga tumbuh rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya menegaskan.
Selain mengupas pentingnya meneladani Rasulullah, Ustadz Qoriza juga mengajak jemaah yang hadir untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT yang diberikan setiap hari. Menurutnya, nikmat kesehatan dan kesempatan untuk beribadah merupakan karunia besar yang wajib disyukuri oleh setiap hamba.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan rezeki seluruh warga. Sebagai penutup, para tokoh daerah yang hadir membaur bersama masyarakat untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan secara swadaya oleh warga dan pengurus masjid. Senyum yang merekah dan tawa hangat yang tercipta di serambi masjid menjadi bukti hidup bahwa pesan kedamaian Maulid Nabi kali ini benar-benar tertanam kokoh di sanubari masyarakat Desa Lalang melalui motor penggerak DKM Nurul Iman.










