Jakarta, MEDIAKOTA.COM,-
Jambore Nasional (Jamnas) 2026 tidak sekadar menjadi ajang pertemuan Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia. Bagi Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Aida Lailawati, Jamnas menjadi ruang penting untuk membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, serta semangat kebangsaan generasi muda.
Aida melihat antusiasme peserta Jamnas 2026 sebagai sesuatu yang luar biasa. Ribuan anak Pramuka dari berbagai daerah berbaur, bertemu, dan mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mereka.
“Kalau melihat sesuatu seperti ini luar biasa sekali. Semangat anak-anak Pramuka untuk mengikuti Jamnas ini,” ujar Aida Lailawati ketika diwawancara baru-baru ini (13/8) disela acara Jamjore Nasional, Cibubur, Jakarta Timur.
Menurutnya, salah satu kekuatan Jamnas adalah kemampuannya mempertemukan anak-anak Penggalang dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan bersama, tetapi juga belajar berinteraksi dan mengenal keberagaman.
Menariknya, rangkaian kegiatan Jamnas juga telah terintegrasi melalui aplikasi yang dapat diakses peserta melalui telepon seluler. Dengan demikian, peserta dapat mengetahui agenda dan aktivitas yang harus diikuti setiap harinya.
Namun, bagi Aida, nilai terpenting dari Jamnas bukan sekadar rangkaian kegiatan tersebut. Lebih dari itu, Jamnas merupakan proses pendidikan karakter yang berlangsung melalui pengalaman nyata.
“Di sini membangun karakter anak. Yang pertama membangun semangat kepemimpinannya, kemudian semangat mandiri, gotong royongnya, kemudian membangun mental dia,” katanya.
Aida menilai pengalaman berada di lingkungan Jamnas juga melatih anak-anak untuk keluar dari kebiasaan sehari-hari. Jika di rumah mereka terbiasa menghabiskan waktu dengan telepon seluler, selama mengikuti Jamnas mereka dituntut lebih banyak beraktivitas, berinteraksi, bergerak, dan menghadapi kondisi lapangan.
“Siap capek, siap panas. Biasa anak-anak pegang HP di rumah, sekarang dia lepas HP berapa hari,” ujarnya.
Seleksi Ketat dari Enam Kwaran
Untuk mengirimkan kontingen ke Jamnas 2026, Kwarcab Kotawaringin Barat tidak mengambil peserta secara sembarangan. Seleksi dilakukan dari seluruh Kwartir Ranting (Kwaran) yang ada di wilayah tersebut.
Kotawaringin Barat memiliki enam Kwaran. Peserta dipilih dengan mempertimbangkan jumlah gugus depan (gudep) yang berada di masing-masing Kwaran.
Setelah terpilih, para peserta menjalani training center (TC) sebagai bagian dari persiapan sebelum diberangkatkan ke Jamnas.
Persiapan bahkan telah dilakukan sejak jauh hari melalui pembinaan di gudep masing-masing. Latihan gabungan kemudian dilakukan selama sekitar tiga bulan menjelang keberangkatan.
“Setahun sebelumnya kita sudah mulai dari gudep-gudepnya persiapan. Kemudian kemarin mengadakan latihan gabungan tiga bulan,” kata salah seorang pendamping kontingen.
Menurut Aida, sebagian besar pihak yang mendampingi kontingen merupakan pengurus Kwarcab dan para guru. Kehadiran mereka tidak hanya untuk mendampingi peserta, tetapi juga mempelajari langsung bagaimana pelaksanaan Jamnas sehingga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan Pramuka di gudep masing-masing.
Pemkab Dukung Keberangkatan 32 Peserta
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berlangsung secara nasional, Aida bersyukur Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat tetap dapat mengupayakan dukungan anggaran bagi kontingen Jamnas.
Sebanyak 32 peserta resmi diberangkatkan bersama empat pimpinan kontingen.
“Alhamdulillah Pemkab kami bisa mengupayakan anggarannya sehingga bisa berangkat sebanyak 32 peserta yang resmi, dengan empat pimpinan kontingennya,” ungkap Aida.
Kontingen tersebut bahkan dapat diberangkatkan menggunakan pesawat. Sementara untuk perjalanan pulang, rombongan direncanakan menggunakan transportasi laut melalui Semarang.
Bagi Aida, dukungan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Ia berharap seluruh peserta Kotawaringin Barat tidak sekadar pulang membawa cerita tentang Jamnas, tetapi juga membawa perubahan dalam diri mereka.
“Harapan kami tentunya anak-anak pulang dari Jamnas itu membawa sesuatu yang baru. Paling tidak semangat bahwa apa yang sudah diperoleh di sini menjadi bekal dia untuk ke depan lebih baik lagi,” tuturnya.
Aida menegaskan, karakter sebagai anak bangsa menjadi salah satu bekal utama yang diharapkan tumbuh dari pengalaman selama mengikuti Jamnas.
“Di sini membangun karakter anak bangsa. Itu harapan kita. Tentunya seluruh Indonesia seperti itu,” katanya.
Ia pun mengaku semakin melihat bahwa kecintaan terhadap Pramuka dapat membuat seseorang mampu melupakan rasa lelah demi mengikuti setiap kegiatan.
“Kalau orang cinta Pramuka itu, dia tidak berpikir masalah waktu, masalah capek. Itu Pramuka,” ujar Aida sambil tersenyum.
Bagi kontingen Kotawaringin Barat, Jamnas 2026 akhirnya bukan hanya tentang datang, berkegiatan, lalu pulang. Lebih dari itu, Jamnas diharapkan menjadi perjalanan yang menempa anak-anak untuk menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, mampu bekerja sama, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap menjadi bagian dari generasi penerus bangsa.(f/red)












