Manggar, Belitung Timur – Ruang Satu Hati Bangun Negeri mendadak hening saat Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menghentikan pembacaan teks pidato resminya. Di hadapan enam pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik, suasana yang semula formal berubah menjadi penuh ketegangan saat bupati memilih berbicara dari hati ke hati, menumpahkan keheranan sekaligus kekecewaannya terhadap derasnya isu negatif yang sengaja diembuskan pihak luar untuk menggoyang roda pemerintahannya. Senin (27/7/2026).
Belakangan ini, ruang publik Belitung Timur memang riuh oleh narasi miring. Mulai dari tudingan miring bahwa Bupati hanya sibuk bongkar-pasang jabatan, hingga isu sensitif yang menuduh pemerintah memaksa warga beralih total dari sektor tambang ke pertanian tanpa solusi dan lain sebagainya.
Menanggapi hal itu, Bupati Kamarudin Muten angkat bicara dengan nada heran. Beliau meluruskan bahwa rotasi jabatan ini adalah kebutuhan birokrasi yang sah, bahkan harus melewati proses administrasi panjang demi mengantongi izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara terkait polemik “bertani versus menambang”, Bupati menegaskan pemerintah daerah tidak pernah berniat mematikan mata pencaharian utama warga, melainkan mengajak masyarakat membangun ketahanan pangan sebagai alternatif ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan.
Tidak ingin isu liar terus menggelinding bebas, Bupati Kamarudin Muten langsung mengeluarkan instruksi tegas di tempat pelantikan dengan menunjuk dua instansi strategis. Pertama, Bupati Kamarudin Muten menginstruksikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSP) Belitung Timur untuk tidak tinggal diam. DiskominfoSP diminta bergerak cepat menetralisir hoaks serta lebih masif menyebarluaskan setiap detail kegiatan dan transparansi program kerja Bupati agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, jujur, dan berimbang.
Kedua, dengan nada bicara yang meninggi, Bupati Kamarudin Muten membeberkan fakta mengejutkan mengenai keberanian para pelaku tambang liar saat ini. Secara khusus dan blak-blakan, beliau memerintahkan Satpol PP untuk segera mengambil tindakan represif di lapangan. Bupati meminta jajaran penegak perda tersebut untuk segera menyisir dan menghentikan aktivitas penambangan ilegal yang secara nekat beroperasi mengepung area tempat tinggalnya sendiri yang berdekatan dengan SDLB Damar mulai dari depan, belakang, hingga samping rumahnya.
Di akhir arahannya, Bupati Kamarudin Muten berpesan dengan sangat mendalam agar seluruh pejabat yang baru dilantik tidak goyah atau terdistraksi oleh kebisingan di media sosial [instagram.com]. Beliau menuntut bukti kerja nyata, integritas tinggi, dan pelayanan publik yang prima demi membawa perubahan yang sesungguhnya bagi masyarakat Belitung Timur.












