Sasar Sektor Pasca Tambang, Raperda Riset Beltim Dorong Kebijakan Berbasis Data Hingga Tingkat Desa

MANGGAR, BELITUNG TIMUR – Senin (15/6/2026), Pasca Rapat Paripurna XX DPRD Belitung Timur (Beltim), fokus Pemerintah Daerah kini tertuju pada implementasi konkret Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Riset dan Inovasi Daerah. Regulasi ini dirancang khusus untuk mengubah peta jalan pembangunan Beltim agar tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif, melainkan beralih ke inovasi daerah berbasis data ilmiah (evidence-based policy).

Melalui Perda ini nantinya, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Beltim akan menakhodai pembentukan ekosistem riset yang inklusif. Salah satu poin krusial yang sedang digodok adalah kewajiban integrasi riset hingga ke tingkat pemerintahan desa.

“Selama ini, banyak kebijakan atau program pemberdayaan di desa yang kurang tepat sasaran karena tidak berbasis kajian empiris. Dengan regulasi baru ini, kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akan dilibatkan langsung dalam pemetaan potensi dan masalah desa lewat pendekatan ilmiah sederhana,” ujar Ketua Bapemperda DPRD Beltim, Oskar Habib, S.H., M.M.

Dimana, Klaster riset yang akan dibentuk diprioritaskan untuk menyentuh tiga sektor utama:
– Optimalisasi Lahan Bekas Tambang : Riset difokuskan pada teknologi restorasi tanah untuk sektor pertanian dan perkebunan berkelanjutan.
– Hilirisasi Produk Lokal : Pengembangan inovasi teknologi tepat guna untuk pengolahan produk UMKM kelautan dan purun agar memiliki nilai jual tinggi.
– Digitalisasi Pelayanan Publik : Pembuatan sistem data tunggal desa untuk memangkas birokrasi dan mempercepat penyaluran bantuan sosial.

Dengan adanya payung hukum ini, Pemkab Beltim juga berencana mengalokasikan dana stimulan riset daerah. Dana tersebut dapat diakses oleh akademisi lokal, pemuda inovatif, hingga kelompok tani yang ingin mengembangkan uji coba teknologi tepat guna di lapangan. Pengesahan regulasi yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat ini diharapkan mampu melahirkan inovasi akar rumput yang mampu menjawab tantangan nyata masyarakat Belitung Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!