Rakernas GBT 2026 Tegaskan Penguatan Misi dan Pemuridan, Siapkan Gereja Hadapi Tantangan Zaman

Jakarta, MEDIAKOTA.COM,-
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gereja Bethel Tabernakel (GBT) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak Selasa hingga Kamis, menghasilkan sejumlah poin strategis terkait penguatan pelayanan, pengembangan misi, hingga konsolidasi organisasi gereja ke depan.

Hal ini dikatakan Ketua umum GBT Dr Henock Soetopo, M.Th kepada media baru-baru ini (28/5).

Ia menjelaskan, Rakernas tahun ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penataan arah pelayanan gereja secara nasional. Hari pertama Rakernas difokuskan pada pemaparan laporan, evaluasi program, serta capaian pelayanan selama satu tahun terakhir.

“Pada hari pertama kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap apa yang sudah terjadi selama setahun ke belakang, lalu dilanjutkan dengan penyusunan program-program strategis untuk tahun mendatang,” ujarnya.

Rakernas kali ini merupakan rapat kerja nasional ketiga dalam masa kepemimpinannya. Ke depan, agenda organisasi akan dilanjutkan dengan rapat kerja daerah, rapat pimpinan nasional, hingga Musyawarah Besar (Mubes) tahun 2028 sebagai bagian dari regenerasi dan penguatan organisasi.

Dalam Rakernas tersebut, sejumlah poin utama menjadi fokus pembahasan. Salah satunya adalah penataan pelayanan gereja secara lebih sistematis, termasuk penguatan tanggung jawab masing-masing gereja dalam pengembangan pelayanan di daerah.

Selain itu, GBT juga menegaskan pentingnya membangun jejaring pelayanan misi, baik nasional maupun internasional. Dalam sesi Rakernas, ditampilkan pula dokumentasi pelayanan misi internasional yang pernah dilakukan di Korea Selatan sebagai bagian dari upaya membuka kerja sama dan pelatihan misi lintas negara.

“Kami ingin pelayanan gereja semakin terbuka terhadap pengembangan metode dan pola pelayanan baru. Ada peluang kerja sama training khusus, seminar misi, dan sinergi dengan organisasi-organisasi misi di Indonesia,” katanya.

Rakernas juga dirangkaikan dengan pelantikan sejumlah pendeta dan pengurus pelayanan. Kepada para pemimpin yang baru dilantik, diharapkan mampu menjalankan tugas pelayanan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi serta tetap memiliki semangat melayani.

“Jangan sampai ketika memiliki jabatan justru berhenti bergerak. Kami ingin pelayanan terus berkembang, gereja bertumbuh, dan pelayanan menjangkau daerah-daerah dengan cara yang bijaksana serta tidak menimbulkan gesekan yang tidak perlu,” ungkapnya.

Salah satu pesan utama yang terus digaungkan selama Rakernas adalah pentingnya pemuridan sebagai kunci pertumbuhan gereja. Menurutnya, gereja yang tidak melakukan pemuridan perlahan akan kehilangan daya hidup pelayanan.

“Kalau gereja memuridkan, gereja akan bertumbuh. Tetapi kalau tidak pernah memuridkan, gereja akan mati dengan sendirinya. Itu menjadi poin utama pemberitaan kami selama tiga hari ini,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, ia juga meminta dukungan doa agar organisasi tetap kuat menghadapi berbagai tantangan pelayanan ke depan. GBT, lanjutnya, juga terus membangun komunikasi dan koneksi dengan berbagai lembaga gerejawi seperti PGI, PGPI, hingga membuka peluang kerja sama pelayanan misi dengan berbagai pihak lainnya.

“Semua koneksi ini kami harapkan dapat mencerahkan pandangan bersama, supaya gereja melayani lebih tekun, lebih sungguh-sungguh, dengan metode baru, cara baru, bahkan dengan roh dan hati yang baru,” pungkasnya.(f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!