Dari Jagung hingga Makan Bergizi Gratis, Polri Bangun Ekosistem Pangan Nasional dan Serap 68 Ribu Tenaga Kerja

Polri Percepat Penguatan Ketahanan Pangan dan Pemenuhan Gizi Nasional, Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026

TUBAN, MEDIAKOTA.COM,-
Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Polri bergerak aktif memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus membangun ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang dirangkaikan dengan Panen Raya Jagung Kuartal II serta peresmian operasional 166 SPPG di 24 Polda jajaran secara serentak melalui sambungan daring.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, hingga saat ini Polri telah mengembangkan 1.376 SPPG di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, 172 SPPG berada dalam tahap persiapan operasional, dan 468 lainnya masih dalam proses pembangunan, termasuk 33 SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta masyarakat dan menyerap 68.000 tenaga kerja,” ujar Kapolri saat menghadiri kegiatan panen raya jagung di Tuban.

Kapolri menegaskan, Polri menargetkan pembangunan hingga 1.500 SPPG pada tahun 2026 guna memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat di seluruh Indonesia.

“Pada tahun 2026, Polri menargetkan melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lebih dari sekadar program distribusi makanan bergizi, Polri juga membangun sistem pangan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kasatgas Makan Bergizi Gratis Polri, Nurworo Danang, menyampaikan bahwa Program MBG dirancang untuk menggerakkan ekonomi rakyat melalui keterlibatan petani, peternak, UMKM, koperasi lokal, hingga penguatan rantai pasok pangan nasional.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui rantai pasok pangan yang inklusif. Karena itu, keberlanjutan program menjadi prioritas utama yang terus diperkuat Polri,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat. Mulai dari sertifikat penjamah makanan, laik higiene sanitasi, sertifikasi halal, uji laboratorium air, hingga pemeriksaan food safety oleh tenaga kesehatan Dokkes Polri diterapkan guna memastikan makanan yang disalurkan aman, higienis, dan layak konsumsi.

Polri juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar utama dapur SPPG untuk mendukung operasional memasak skala besar yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Di sektor pertanian, Polri turut memperkuat produktivitas petani melalui dukungan pembiayaan. Sebanyak 714 kelompok tani jagung binaan Polri di 42 Polres pada 8 Polda telah memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total penyaluran mencapai Rp30,3 miliar untuk mendukung pengolahan lahan hingga pembelian pupuk.

Tak hanya itu, Polri bersama mitra terkait juga memperkuat infrastruktur logistik pangan nasional. Saat ini telah dibangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda dan pada tahun 2026 akan ditambah 10 gudang baru sehingga total mencapai 28 gudang. Setiap gudang diproyeksikan memiliki kapasitas 1.000 ton, ditambah satu gudang utama berkapasitas 10.000 ton yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.

Rangkaian agenda Presiden RI di Tuban menjadi simbol penguatan langkah besar menuju swasembada pangan nasional. Panen Raya Jagung Kuartal II dan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan menandai keseriusan pemerintah bersama Polri dalam membangun fondasi pangan yang kuat bagi masa depan bangsa.

Mengutip arahan Presiden RI, Kapolri menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pondasi utama keberlangsungan peradaban dan pembangunan sumber daya manusia unggul.

“Sebagaimana amanat Bapak Presiden, menghasilkan pangan dan makanan adalah melanjutkan peradaban. Kami memahami bahwa penyediaan pangan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tutur Kapolri.

Langkah strategis Polri tersebut menjadi bukti nyata bahwa institusi kepolisian tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif memperkuat kesejahteraan rakyat melalui pemenuhan gizi, penguatan ketahanan pangan, serta pembangunan SDM unggul demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.(f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!