Rasa Syukur Dan Kebersamaan Jadi Nafas Utama Maras Taun Desa Batu Penyu Dalam Gelaran 2 Tahap Giat Rutin Tahunan.

Batu Penyu, Gantung, Belitung Timur – Di tahun ini, rasa syukur dan kebersamaan menjadi nafas utama Maras Taun Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Ratusan warga berkumpul di Balai Dusun Kundor dengan penuh sukacita dan kekhidmatan. Setelah hari sebelumnya telah dilaksanakan ritual adat oleh Tetua Adat Kampung. Minggu (19/4/2026) pukul 10.00 WIB.

Maras Taun atau Selamat Kampung Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur bertema “Rasa Syukur Dan Kebersamaan, Kita Jaga Dan Lestarikan Budaya” ini di hadiri oleh Bupati Beltim Kamarudin Muten yang sekaligus memulai Tradisi Maras Taun dengan prosesi potong lepat gede, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar, Anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur, Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Camat dan Forkopimcam Gantung, Kepala Desa beserta Ketua dan Anggota BPD Desa Batu Penyu, Para Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda, serta seluruh Masyarakat Desa Batu Penyu.

Ketua Panitia Pelaksana Maras Taun dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin di Desa Batu Penyu. Dimana setiap tahunnya melaksanakan Maras Taun yaitu syukuran atas limpahan berkah dan karunia-Nya untuk semua Masyarakat Desa Batu Penyu.

Ia melaporkan bahwa sesuai kesalan adat telah terkumpul sebanyak 962 buah lepat dari Warga Desa Batu Penyu. Dengan rincian sebanyak 210 buah dari Dusun Sumping, 524 buah dari Dusun Kundor dan 220 buah dari Dusun Lidun. Dengan total anggaran terkumpul Rp. 45.046.000,-.

” Dari total tersebut, Rp. 21.692.000,- merupakan sumbangan dari seluruh Kepala Keluarga di Desa Batu Penyu. Dan Rp. 23.350.000,- sumbangan dari donatur lainnya,” terangnya.

Dimomen yang sama, Kepala Desa Batu Penyu, Ahmad Syafi’ie dalam sambutannya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas terlaksananya kegiatan agenda rutin tahunan Desa Batu Penyu.

” Alhamdulillah sudah terlaksana agenda rutin tahunan Desa Batu Penyu pada tahun 2026 ini. Dan Pemerintah Desa beserta seluruh panitia dan Masyarakat Desa Batu Penyu telah menunjukkan kuatnya kebersamaan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal,” sebut Kades Tofik panggilan akrabnya.

Kades Tofik juga jelaskan bahwa di Desa Batu Penyu dalam menjaga tradisi lokal selalu melaksanakan kegiatan secara 2 tahap kegiatan. Pertama Maras Taun dan yang kedua Selamat Laut yang tempatnya terbiasa di wilayah Gusong Cina yang akan dilaksanakan seminggu setelah acara Maras Taun ini yaitu Hari Minggu (26/4/2026).

Sementara itu, Bupati Beltim Kamarudin Muten saat memberikan sambutan menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Belitung Timur sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana silaturahmi, sekaligus menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya.

” Saya berharap acara ini dapat membawa keberkahan, keselamatan, serta mempererat persaudaraan Masyarakat Desa Batu Penyu dalam membangun daerah yang kita cintai,” ujar Bupati Afa.

Usai pemotongan lepat gede yang dilanjutkan dengan doa selamat kampung, Warga Desa Batu Penyu menggelar Makan Bedulang dengan menu utama ketupat dan lepat buatan warga. Dimana satu dulang besar berisi ketupat, lepat, gulai ayam, serundeng, dan kuah santan disajikan untuk 4–6 orang.

Nampak para Tamu beserta Warga duduk lesehan melingkar, menyantap bersama dari dulang yang sama. Terlihat jelas makna Maras Taun, Tidak ada yang makan sendiri-sendiri. Semua sama, semua berbagi. Bagi warga Batu Penyu, Maras Taun membuktikan budaya tetap hidup lewat hal sederhana: duduk sama rendah, makan sama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *