Mahendra Perdana,S.P. Terpilih Sebagai Ketua DPW PERHIPTANI Kalbar, Ini Harapan Gubernur Kalbar

Sabtu | 18 September 2021 | 18:53:41 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,-KUBU RAYA KALBAR,-- Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., didampingi Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Florentinus Anum, M.Si., menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia Kalimantan Barat (DPW PERHIPTANI Kalbar) Periode 2021-2026 di Hotel Gardenia, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (18/9/2021).

Ketua DPP PERHIPTANI sekaligus Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si., dan Dewan Pakar DPW PERHIPTANI Kalbar yang juga anggota DPR RI, Daniel Johan, S.E., hadir dalam kegiatan ini.

PERHIPTANI merupakan organisasai profesi yang mewadahi penyuluh pertanian dan mempunyai tujuan mendukung program pemerintah dan kegiatan masyarakat dalam mewujudkan sistem pertanian yang kuat dan modern.

Mahendra Perdana, S.P., yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW PERHIPTANI Kalbar Periode 2021-2026 dalam Konferensi DPW PERHIPTANI Kalbar di Hotel Dangau Singkawang pada hari Jumat tanggal 2 Juli 2021, menyatakan siap memajukan pertanian Kalbar.

Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pertanian, ujar Mahendra penuh semangat.

Ketua DPP PERHIPTANI berpesan kepada seluruh Pengurus DPW PERHIPTANI yang baru saja dilantik untuk terus menjaga nama baik PERHIPTANI dan memajukan sektor pertanian.

Demikian juga dengan Dewan Pakar DPW PERHIPTANI Kalbar yang mengharapkan DPW PERHIPTANI Kalbar Periode 2021-2026 bisa membawa maju pertanian di Kalbar dan berfokus pada sektor hortikultura juga.

Sementara itu, Gubernur Kalbar berharap sektor pertanian menjadi andalan melalui Satu Data.

Biasanya, beras menjadi penyumbang inflasi, tetapi sekarang hampir tidak pernah menjadi penyumbang inflasi karena harga di pasar sudah stabil.

Beberapa waktu lalu, Kalimantan Barat ditargetkan menghasilkan Rp 3,9 triliyun dari ekspor komoditas pertanian.

Tetapi, sampai akhir bulan Juli 2021, sudah mencapai Rp 4,8 triliyun dan melebihi target yang ditetapkan.

Gubernur memperkirakan total ekspor hasil produksi pertanian Kalbar bisa mencapai Rp 6 triliyun dari target Rp 3,9 triliyun.(Hasnan.s)